BRI Dorong Keberlangsungan UMKM Produktif Melalui Banpres

KBRN, Jakarta : Direktur Usaha Mikro PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (Persero) Supari mengatakan dalam rangka mendorong keberlangsungan usaha para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Produktif, Presiden Joko Widodo memberikan Bantuan Presiden (Banpres) kepada 12 juta pelaku UMKM. 

Menurutnya, selain untuk menambah modal para pelaku UMKM, Banpres bisa menjadikan usaha mikro yang bankable. Nantinya, pelaku UMKM bankable bisa lebih mudah mengakses pinjaman di perbankan untuk mengembangkan usahanya.

"Banpres ini membantu pelaku usaha mikro yang unbankable menjadi bankable. BRI telah menyalurkan Banpres Produktif kepada hampir 2 juta pelaku usaha mikro yang berhak menerimanya. Dengan demikian, BRI turut andil dalam mencapai target Pemerintah untuk bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada 9,1 juta penerima hingga akhir September 2020," kata Supari dalam Dialog Interaktif virtual FMB9 yang bertema "Mendorong Usaha Mikro Bertahan di Masa Pandemi" di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah (Kemenkop-UKM) Riza Damanik mengatakan hingga 21 September 2020 sudah ada 5.909.647 usaha mikro atau sekitar 64,50 persen yang mendapat bantuan Rp2,4 juta dari Pemerintah.

"Pemerintah memberikan bantuan kepada 12 juta usaha mikro, masing-masing usaha mikro mendapatkan Rp2,4 juta. Untuk tahap awal, pemerintah memberikan bantuan kepada 9.162.486 usaha mikro. Dari 9.162.486 usaha mikro ini, per 21 September 2020, 64,50 persen atau 5.909.647 usaha mikro sudah mendapatkan bantuan," ujarnya.

Riza menjelaskan, target penyaluran bantuan sebesar 100 persen untuk 9.162.486 usaha mikro diharapkan tercapai paling lambat pada 30 September 2020.

"Banpres untuk 9,1 juta usaha mikro yang mencapai Rp22 triliun pada tahap awal ini, diharapkan, paling lambat 30 September 2020 sudah tersalurkan semua," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00