BUMN Komitmen Bantu Sektor UMKM

KBRN, Jakarta : VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, sebagai BUMN di bidang energi, Pertamina memiliki kewajiban untuk mengembangkan UMKM. Menurutnya permasalahan UMKM adalah terkait pendanaan atau permodalan, administrasi, teknologi dan akses pasar. 

"Tujuan BUMN perannya ada 5, 4P dan 1U, menggerakkan perekonomian, cari keuntungan (profit), public service obligation, pionir perekonomian, dan satu lagi harus aktif untuk membina UMKM," kata Fajriyah dalam webinar bertajuk "BUMN Energi di Tengah Pandemi COVID-19, Memberdayakan UMKM" yang diadakan Ruang Energi, Sabtu (19/9/2020).

Lebih lanjut Fajriyah menjelaskan sudah ada lebih dari 63.000 UMKM yang dibina oleh Pertamina dengan lebih dari 1 juta kapita yang mendapat manfaat ekonomi langsung. Saat ini di tengah pandemi COVID-19, Fajriyah mengungkapkan sekitar 50 persen mitra binaan Pertamina turut terdampak usahanya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Human Capital dan Management PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman mengatakan perusahaannya mempunyai tanggung jawab untuk membina masyarakat termasuk UMKM.

"Apa upaya PLN membantu UMKM di masa pandemi? Salah satunya kami memberikan keringanan biaya penyambungan tambah daya 75% untuk UMKM dan IKM. Kami juga lakukan pelatihan gratis untuk UMKM. Sudah 90 webinar kami lakukan dengan 348 pelatihan. Kami juga akses pasar dengan membuat pameran-pameran. Lalu PLN juga punya program electrifying agriculture, untuk pertanian kami bantu seperti untuk traktor, melistriki water pump, rice field charging dan internet desa," ujarnya.

Sementara itu, Advisor pemberdayaan masyarakat Geo Dipa Energy Yani Witjaksono mengajak masyarakat untuk membuktikan, bahwa BUMN merupakan agen pelopor pembangunan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Mari kita buktikan bahwa BUMN betul-betul sebagai agen pelopor pembangunan. Termasuk membantu menumbuh kembangkan UMKM. Bagi adik-adik yang berhubungan langsung dengan UMKM disana kita perlu inovasi dan kreatif pendekatan yang biasa saja dalam pandemi kurang efektif," kata Yani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00