Kinerja Ekspor Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Direktur Ekskutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Onny Widjanarko

KBRN, Jakarta : Direktur Ekskutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, permintaan, kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II 2022. 

Sementara itu, dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama bersumber dari LU Perdagangan, LU Informasi dan komunikasi, serta LU Industri Pengolahan.

"Kinerja ekspor pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 10,68% (yoy) dengan andil sebesar 5,60% terhadap PDRB DKI Jakarta. Meningkatnya kinerja ekspor utamanya didorong oleh meningkatnya ekspor jasa yang tercermin dari peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara," kata Onny di Jakarta, Senin (8/8/2022). 

Menurut Onny, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2022 juga tumbuh positif sebesar 5,27% (yoy) dengan andil sebesar 3,12% terhadap PDRB DKI Jakarta. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta peningkatan konsumsi yang tercermin dari peningkatan impor barang konsumsi dan konsumsi listrik rumah tangga.

Selanjutnya, investasi tercatat tumbuh sebesar 5,78% (yoy) dengan andil sebesar 2,11% (yoy) sejalan dengan akselerasi sektor konstruksi serta peningkatan belanja modal pemerintah dan impor barang modal. 

Namun, Konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 9,58% (yoy) dan menjadi penahan laju pertumbuhan.

Onny mengeungkapkan, dari sisi sektoral atau lapangan usaha, pertumbuhan pada triwulan II 2022 terutama ditopang oleh pertumbuhan pada LU Perdagangan Besar dan Eceran yaitu sebesar 8,25% (yoy) dengan andil sebesar 1,27% (yoy) terhadap PDRB DKI Jakarta. 

Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan konsumsi RT yang didorong oleh pelonggaran kapasitas pusat perbelanjaan, toko ritel, dan tempat rekreasi pada PPKM level 1, serta diselenggarakannya beberapa event seperti Pekan Raya Jakarta. 

Selanjutnya, LU Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 7,14% (yoy) dengan andil sebesar 0,94% (yoy) serta LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 6,83% (yoy) dengan andil 0,78% (yoy). 

Disamping itu, beberapa sektor lainnya juga masih mencatat pertumbuhan positif seperti LU Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (15,66% yoy) seiring dengan akselerasi pemberian vaksin booster dan belanja fungsi kesehatan Pemerintah yang meningkat serta LU Jasa Lainnya (15,12% yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas pariwisata dan event olahraga berskala nasional dan internasional.

"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai indikator perkembangan ekonomi baik di tingkat daerah, nasional, maupun global," ujarnya.

Untuk diketahui,  berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 5,59% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya (4,62%-yoy) dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional (5,44%-yoy). 

Lebih tingginya pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tersebut sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas masyarakat yang didukung dengan adanya program percepatan vaksinasi booster serta adanya kebijakan diperbolehkannya mudik pada periode HBKN.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar