BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Atas 4,6%

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Onny Widjanarko Melakukan Kunjungan ke Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

KBRN, Jakarta: Memasuki triwulan II 2022, merupakan momentum yang sangat bagus untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot pertumbuhan ekonomi. Sebab, berbagai kegiatan, baik itu berskala lokal, nasional, maupun internasional akan diselenggarakan di Jakarta, dan percepatan vaksinasi Covid-19 menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut.

"Banyak event yang mendorong perekonomian Jakarta untuk tumbuh, tak ada alasan untuk tak tumbuh. Jadi itu nanti akan muncul transaksi-transaksi baru yang bukan normal lagi karena banyak event. Ada HUT Jakarta, Furmula E, Java Jazz, Jakarta Kreatif Festival, peresmian Sarinah, dan masih banyak kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan hingga akhir 2022. Jadi saya kira triwulan kedua mestinya pertumbuhannya di atas 4,6,%" kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Widjanarko di Jakarta, saat mengunjungi Pasar Kebayoran Lama, Rabu (25/5/2022).

Lebih lanjut Onny mengungkapkan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 4,63% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,64% (yoy). 

Perekonomian DKI Jakarta terus menunjukkan perbaikan sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dengan adanya program percepatan vaksinasi dan program penanganan COVID-19. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang lebih tinggi terutama bersumber dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta terutama bersumber dari LU Industri pengolahan, LU Perdagangan, serta LU Informasi dan Komunikasi.

Dari sisi permintaan, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 4,20% (yoy), dengan andil 2,45% terhadap PDRB DKI Jakarta. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan pelonggaran level PPKM pada akhir triwulan I 2022 dan akselerasi vaksinasi terutama untuk anak-anak dan booster. 

Meningkatnya aktivitas konsumsi juga tercermin dari peningkatan impor barang konsumsi, penjualan kendaraan bermotor, serta konsumsi listrik rumah tangga. Selanjutnya, investasi tercatat tumbuh sebesar 4,94% (yoy) dengan andil 1,86% seiring dengan peningkatan impor barang modal dan juga kegiatan konstruksi. 

Meskipun demikian, Konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 15,52% (yoy) sejalan dengan menurunnya belanja barang dan bansos sehingga menjadi penahan laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2022.

Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2022 terutama ditopang oleh kinerja Industri Pengolahan yang tumbuh sebesar 9,61% (yoy) dengan andil 1,10% terhadap PDRB DKI Jakarta. Selanjutnya, LU Perdagangan tumbuh sebesar 6,93% (yoy) dengan andil sebesar 1,07% sejalan dengan peningkatan konsumsi RT seiring dilonggarkannya kapasitas pusat perbelanjaan dan toko ritel. 

LU Informasi dan Komunikasi juga tumbuh positif sebesar 6,14% (yoy) dengan andil sebesar 0,80% seiring dengan masih dilaksanakannya sekolah online sejalan dengan adanya PTM terbatas berdasarkan level PPKM serta meningkatnya kegiatan ekonomi berbasis digital. 

Di samping itu, beberapa sektor lainnya juga masih mencatatkan pertumbuhan yang positif seperti LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (6,15%, yoy), LU Transportasi dan Pergudangan (3,45%, yoy) serta LU Konstruksi (0,75%, yoy).

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai indikator perkembangan ekonomi baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. 

Selain itu, terus dilakukan upaya untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar