Target 5 SKKNI Kemenparekraf Melibatkan Stekholder Terkait

KBRN, Jakarta : Tahun Anggaran 2022, Direktorat Standardisasi Kompetensi sesuai rencana kerja yang disusun menargetkan penyelesaian 5 (lima) dokumen yang terdiri dari 2 (dua) Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan 3 (tiga) Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berikut Skema Okupasi Nasional.

Menurut Hendry Noviardi/Koordinator Substansi Pengembangan Standar Kompetensi Ekraf, penyusunan standar kompetensi baik SKKNI maupun KKNI melibatkan stakeholder terkait dan merupakan perwakilan dari praktisi/akademisi, dunia industri, LSP, instansi dan pelaku (dunia usaha). 

Setelah pemberian materi penyusunan oleh verifikator dari Kementerian Ketenagakerjaan dan melalui tahapan diskusi, tim penyusun sepakat dan komitmen untuk menyelesaikan tugas sampai bulan Juni 2022. Sebagai bentuk perhatian kepada pelaku dan dunia usaha sektor ekonomi kreatif, Kementerian Parekraf akan memfasilitasi tim penyusun mulai dari tahap konsinyering, FGD, verifikasi internal maupun eksternal, pra konvensi dan konvensi nasional.

Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf, Titik Lestari menjelaskan bahwa melalui penetapan SKKNI dan KKNI, kompetensi SDM sektor ekonomi kreatif dapat diperoleh dan diakui melalui berbagai jalur baik formal dan non formal, yang mana pengakuan atas kompetensi yang dimiliki dapat disesuaikan dengan standar profesi yang ada. 

"Standar kompentensi ini akan menjadi landasan dalam mewujudkan dan meningkatkan sumber daya manusia Parekraf yang Unggul Berdaya Saing Saing di Era Digital," ungkapnya.

Tanggal 18 Januari 2022 bertempat di Hotel Ciputra Semarang telah dilaksanakan rapat persiapan tim penyusun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Skema Okupasi Nasional Bidang Kreasi Batik dan Bidang Fashion Ready to Wear. Kegiatan ini melibatkan Tim Penyusun Eksisting dan Internal Direktorat Standardisasi Kompetensi serta didampingi Tim Verifikator Kementerian Ketenagakerjaan.

Tim Penyusun SKKNI Bidang Pengelola Lembaga Tari diantaranya dihadiri para praktisi dari ISI Yogyakarta seperti DR. Ni Nyoman Sudewi dan Didik Hadiprayitno (Didi Nini Towok) maestro tari. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar