Industri Pertahanan Dalam Negeri Dinilai Mampu Dorong Pemulihan Ekonomi

Untuk itu, kata Slamet, perlu ada berbagai strategi seperti strategi penguasaan teknologi (alih teknologi), dan penguasaan industri pertahanan dari hulu ke hilir dengan mengintegrasikan konsistensi, kompetensi, kolaborasi, dan kontribusi industri pertahanan dalam negeri.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga hadir memberikan pidato kuncinya dalam kegiatan diskusi kali ini.

Ia berharap industri pertahanan tanah air mampu mendukung kemandirian penyediaan alutsista bagi TNI yang saat ini sedang mengembangkan postur pertahanan, demi terwujudnya militer Indonesia yang kuat, professional, dan memiliki kemampuan daya tangkal (deterrence) dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis regional dan global.

Selain itu, industri pertahanan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas TNI sebagai pengawal kedaulatan bangsa dan negara, dan melaksanakan tugas-tugas perdamaian dunia maupun tugas-tugas kemanusiaan di tingkat regional dan global.

"Harus diakui bahwa pembangunan dan pengembangan industri pertahanan Indonesia masih banyak mengalami hambatan, yaitu kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah, kurangnya permodalan, kurangnya tenaga ahli lokal, dan kurangnya penyerapan teknologi pertahanan yang umumnya merupakan teknologi tinggi dan bersifat rahasia," papar Agus Gumiwang.

Menurut dia, untuk membangkitkan industri pertahanan nasional, modernisasi alutsista dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara melakukan investasi penguasaan teknologi, melalui alih teknologi oleh industri pertahanan dari negara-negara pemasok alutsista seperti yang telah diatur Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Dengan demikian, industri pertahanan nasional diharapkan dapat berkembang dan berperan sebagai penopang pertumbuhan perekonomian melalui ekspor produk, menjadi bagian dari rantai pasokan global (global supply chain), mengurangi kebutuhan devisa untuk pengadaan alutsista, dan menyediakan lapangan kerja.

"Negara menerbitkan (UU Indhan) yang bertujuan antara lain untuk mewujudkan industri pertahanan yang profesional, efektif, efisien, dan inovatif," kata Agus.

Hadir pula dalam diskusi tersebut, Ketua Balitbang Golkar Jerry Sambuaga yang turut memberikan sambutan pembuka. Jerry menilai bahwa saat ini sangatlah tepat untuk membahas industri pertahanan. Mengingat industri pertahanan mampu ikut mendorong tumbuhnya industri-industri terkait dan menjadi sumber devisa negara.

"Pasca Pandemi COVID-19 ini, tentu kita perlu segera memulihkan perekonomian bangsa. Industri pertahanan dalam negeri dapat menjadi salah satu pendorong untuk pemulihan ini," pungkas Wakil Menteri Perdagangan RI ini.

Halaman 3 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar