Industri Pertahanan Dalam Negeri Dinilai Mampu Dorong Pemulihan Ekonomi

KBRN, Jakarta : Sejarah dunia mencatat bahwa bangsa yang menang perang adalah bangsa yang menguasai teknologi militer lebih unggul, memiliki insinyur militer lebih pintar, dan memiliki industri militer yang lebih massif.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Pertahanan Amarulla Octavian, pada diskusi daring di kanal Youtube Balitbang Golkar.tv yang bertema 'Membangun & Mengembangkan Industri Pertahanan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional', pada Jum'at (21/1/2022).

Hadir juga dalam diskusi ini sebagai narasumber Wakil Ketua DPR RI Lodejwik Freidrich Paulus, dan Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono.

Amarulla menyatakan, posisi perusahaan BUMN industri pertahanan Indonesia seperti PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT PINDAD dan PT LUDIN, sangat menjanjikan dan mampu bersaing di pasar global. Untuk itu, sangat strategis bila terus dikembangkan khususnya dalam mendukung pertahanan negara.

Dia juga menyatakan, bahwa fakta di lapangan industri pertahanan yang dinamis dapat mendorong banyak sub industri pertahanan, sehingga bisa menjadi lokomotif kemajuan industri nasional, apalagi jika ada produk-produk pertahanan yang bernilai ekonomis tinggi.

"Kita tahu seperti teknologi ponsel, laptop, dan juga internet, yang sekarang ini berkembang pesat dan digunakan oleh masyarakat modern, sesungguhnya berasal dari teknologi yang dikembangkan oleh militer," ucapnya.

"Oleh karena itu, pengembangan industri pertahanan yang modern dan mandiri di tanah air perlu didukung dan dilengkapi oleh semua pihak, agar menjadi penggerak perekonomian nasional di masa mendatang," tambahnya.

Senada dengan Amarulla, Lodewijk F. Paulus juga menunjukkan perhatian dan dukungan yang besar DPR RI terhadap industri pertahanan dalam negeri.

Selanjutnya : Industri Pertahanan

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar