Program Akhlak Dinilai Tingkatkan Daya Saing BUMN

KBRN, Jakarta : Kementerian BUMN di era Menteri Erick Thohir sejak 2020 lalu meluncurkan slogan Akhlak sebagai nilai inti (core value) bagi seluruh BUMN di Indonesia. Akhlak merupakan akronim yang merujuk pada nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Penerapan Akhlak di BUMN diharapkan dapat menjadi identitas dan perekat budaya kerja, yang mendukung peningkatan kinerja BUMN secara berkelanjutan.

"Tujuan utamanya adalah melakukan transformasi human capital, dan meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global," ujar Direktur Utama Visi Integritas Ade Irawan, di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Menurut dia, nilai baru di lingkungan BUMN salah satunya juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan kasus korupsi di BUMN.

Ade menjelaskan, dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir, sejumlah skandal korupsi di BUMN berhasil diproses oleh penegak hukum seperti korupsi Asuransi Jiwasraya dan ASABRI yang nilai kerugian negaranya mencapai triliunan rupiah.

Terakhir Menteri BUMN Erick Thohir, pada awal tahun 2022 ini melaporkan dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia ke Kejaksaan Agung.

"Pelaporan oleh Erick Thohir memang sudah menjadi kewajibannya. Pada awal menjabat sebagai menteri, Erick Thohir mewajibkan semua BUMN menerapkan ISO 37001 sistem manajemen anti-penyuapan dan penanganan pengaduan korupsi melalui Whistleblowing System (WBS) terintegrasi," ucapnya.

Karena itu, kata Ade, Erick harus memastikan agar kebijakannya untuk mencegah praktik suap ditaati dan dijalankan BUMN.

"Pelaporan ini bisa jadi peringatan dan mendorong munculnya efek jera, sehingga pimpinan BUMN sungguh-sungguh membangun tata kelola di lembaganya," tutur Ade.

Selain itu, lanjutnya, pelaporan tiga kasus ini jangan sampai menjadi langkah akhir. "Karena itu, sebaiknya temuannya dilaporkan kepada penegak hukum sebagai bagian dari upaya bersih-bersih BUMN," katanya.

"Langkah ini sekaligus mendorong seluruh BUMN lebih berintegritas dan kompeten, sehingga dapat meningkatkan penerimaan atau keuntungan (laba) bagi negara," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar