Ganjil Genap di Jalan Raya Margonda Pukulan Berat Bagi Pelaku Usaha dan UMKM Depok

Humas The Margo Hotel Kota Depok Kartika Sekartaji, di Margo Hotel, Kamis (2/12). FOTO RRI: Rido Lingga

KBRN, Depok: Rencana uji coba ganjil-genap (Gage) di Jalan Raya Margonda pada weekend 4-5 Desember 2021, menuai kekawatiran dari kalangan pelaku usaha, Depok. Sebab, kebijakan Gage di Jalan Raya Margonda ini, bisa berdampak dengan aktivitas bisnis dan ekonomi dikawasan tersebut.

"Kami Margo Hotel lokasinya kan pas banget kena aturan Gage ini di jalur Jalan Raya Margonda, secara bisnis pasti akan berdampak. Karena kan uji coba Gage itu dari pukul 12.00-18.00 WIB,  kebetulan kan kita check-in time nya itu jam 14.00 WIB, jadi kan orang pasti datangnya itu sebelum jam 14.00 WIB," tutur Humas The Margo Hotel Kota Depok Kartika Sekartaji, kepada RRI, Kamis (2/12/2021).

Pihaknya, kata Kartika mendukung semua aturan maupun kebijakan dari Pemerintah Kota Depok. Namun, karena masih minimnya jalan alternatif ke kawasan hotel selain Jalan Raya Margonda, penerapan Gage ini tentunya akan membuat potensi tamu mencari hotel ke tempat lain.

"Justru kalo dari kita ini, Hotel Margo ini tamunya banyak dari lokal Depok. Gage ini akan membuat potensi tamu kami pergi ke Jakarta atau bahkan ke Bogor. Kalau weekend banyak tamu lokal Depok yang staycation family di Margo Hotel," ujar Kartika.

Kebijakan Gage ini sangat disayangkan karena bertepatan dengan PPKM level 2 dimana geliat bisnis baru mulai akan tumbuh sejak pandemi.

"Kita butuh solusi dari Pemkot Depok dan dari Satlantas, solusinya seperti apa?," imbuh Kartika.

Senada dengan Kartika, Mall Director Depok Town Square (Detos), Sutikno mengaku bingung harus bagaimana menjelaskan kebijakan ini kepada para peluku usaha dan UMKM yang nyaris mati suri di Detos. Sutikno bahkan sudah bertanya kepada Kadisperindag Kota Depok Zamrowi, terkait siapa yang akan bertanggungjawab terhadap kerugian yang akan ditimbulkan.

"Jujur saya bingung, makanya kemarin saya udah komplain ke Kadisperindag Kota Depok dengan pak Zamrowi tapi ngga ada pertanggungjawabannya juga kan di kerugian. Pelaku usaha ini sudah hampir 2 tahun lho puasa selama pandemi, ditambah ini lagi," kata Sutikno.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok itu mengatakan, pelaku usaha dan UMKM yang tergabung ke dalam APPBI keberatan dengan kebijakan uji coba Gage di Jalan Raya Margonda akhir pekan ini. Apalagi, penerapannya di jam jamnya ramai-ramainya pengunjung.

"Jujur aja APPBI ngga setuju, kenapa? Jujur aja kita UMKM itu di mall banyak banget gitu lho. Ada ribuan pelaku bisnis dan UMKM di mall di sepanjang Jalan Raya Margonda. Pikirin lah itu atau aku balikin deh, njenengan punya toko baju atau UMKM pastilah nganggur kan Sabtu, Minggu?," tanya Sutikno.

APPBI, lanjut Sutikno mensupport setiap kebijakan Pemkot Depok, tetapi disaat yang sama pihaknya juga butuh solusi dan dukungan dari pemerintah dan para stakeholder terkait agar para pelaku usaha dan UMKM Kota Depok tidak gulung tikar.

"Maksudnya di tengah situasi pandemi gini yang notabene ekonomi belum tumbuh, ya mbo dilihat dulu gitu lho. Kami pasti support setiap kebijakan Pemkot tapi lihat dululah, dipikirkan masak-masak itu jam jamnya apalagi Sabtu, Minggu," harap Sutikno.

Baca Juga: Uji coba Ganjil genap di Jalan Raya Margonda mulai akhir pekan ini

Seperti diketahui, Polres Metro Depok akan menggelar uji coba Gage di Jalan Raya Margonda dari Simpang Ramanda hingga Flyover Universitas Indonesia (UI). Uji coba Gage ini berlangsung setengah hari atau 6 jam yaitu mulai pukul 12.00-18.00 WIB, pada Sabtu dan Minggu, 4-5 Desember 2021.

Dari penerapan Gage ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jantung bisnis kota satelit Ibu Kota itu, pada akhir pekan. Sekaligus menekan mobilitas masyarakat guna mencegah penularan Covid-19. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar