Komitmen Mewujudkan Pelabuhan Bersih, PT JICT Tindak Tegas Oknum Pelaku Pungli

KBRN,Jakarta, PT Jakarta International Container Terminal ("PT JICT"), perusahaan jasa bongkar muat peti kemas ekspor impor terbesar dan tersibuk di Indonesia, telah menindak tegas oknum karyawan dari vendor operator Ruber Tired Gantry Crane (RTGC) yang terlibat pungli. 

PT JICT juga akan segera mengambil keputusan terkait vendor RTGC yang akan bekerjasama dengan perusahaan. Keputusan tegas ini menjadi bukti komitmen PT JICT untuk mewujudkan Pelabuhan Bersih dan memberantas pungli di Tanjung Priok. 

Corporate Secretary PT JICT Raditya Arrya menegaskan, setelah melalui investigasi dan evaluasi menyeluruh atas persoalan yang ada,  perusahaan meminta vendor RTGC untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum karyawan mereka yang terbukti terlibat pungli sesuai ketentuan yang berlaku.

"PT JICT tidak akan pernah berkompromi terhadap setiap pelanggaran yang merugikan perusahaan dan pelanggan. Kami tetap berkomitmen dan konsisten mewujudkan pelabuhan bersih dan bebas pungli di Tanjung Priok,” tegas Corporate Secretary PT JICT, Raditya Arrya, Senin 25/10/21..

Raditya menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari peristiwa pungli yang videonya beredar pada 19 Oktober 2021 lalu, PT JICT telah meminta vendor RTGC untuk membentuk tim Task Force operator RTGC di setiap shift.  Dari hasil investigasi PT JICT, oknum karyawan vendor tersebut melakukan pungli untuk keuntungan pribadi. Perilaku tidak bertanggungjawab oknum karyawan tersebut tidak mencerminkan aktivitas bongkar muat di terminal PT JICT. 

“Tindakan pungli yang dilakukan oknum karyawan vendor itu murni tindakan individual. Kami memastikan sistem di PT JICT dapat segera merespon setiap perilaku pungli,” jelasnya.    

Untuk meningkatkan layanan dan pengawasan, perusahaan terus meningkatkan patroli rutin di setiap shift. Petugas PT JICT juga selalu mengingatkan kepada supir truk untuk tidak memberikan pungli kepada pihak manapun di area terminal. PT JICT akan memberikan sanksi tegas kepada supir truk yang masuk area PT JICT dan melakukan hal-hal yang dilarang, termasuk memberikan uang pungli.

Kami berharap setiap pihak ikut mendukung komitmen PT JICT untuk mewujudkan Pelabuhan Bersih dan memberantas praktek  dalam pemberantasan pungli dan pelanggaran lain yang merugikan ekonomi. Kami juga akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemangku kepentingan serta  aparat hukum untuk mendukung berbagai upaya pemerintah membebaskan Tanjung Priok dari aktivitas pungli,” jelasnya.

Lebih lanjut Raditya mengatakan, untuk mendorong terciptanya efisiensi di sektor logistik, khususnya layanan bongkar muat peti kemas, PT JICT terus mengoptimalkan layanan berbasis pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.  Dengan didukung SDM yang memiliki standar dan kualifikasi kerja terbaik, perusahaan akan selalu menjaga kualitas layanan bongkar muat peti kemas kelas dunia di PT JICT. 

“PT JICT adalah Terminal Petikemas pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi ISPS Code di Indonesia, artinya PT JICT di percaya oleh internasional sebagai tempat bersandar kapal kapal luar negeri karena aman,” kata Raditya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00