Sekjen PP: Urus BUMN Tak Cukup Profesionalitas, Perlu Nilai Akhlak Pancasila

Sebab, tanpa keterusterangan ini, AKHLAK akan sulit menjadi penyelamat BUMN sebagai aset negara. Karena, salah satu sebabnya adalah masih banyak insan BUMN yang belum sepenuhnya menerima, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Kalau ada Direksi BUMN korupsi, jelas dia bukan Pancasilais, kalau ada Direksi BUMN bekerja untuk kepentingan asing, jelas dia melawan ideologi Pancasila," ungkapnya.

"Itu contoh saja apa yang terjadi dengan BUMN saat ini, sehingga masih banyak yang kinerja jeblok. Karena tidak sepenuhnya bekerja untuk merah putih,” ucap Arif.

Karena itu, Arif menyarankan kepada Erick agar menegaskan core value BUMN adalah AKHLAK Pancasila. Ditambahkan dalam rangka mengejar crash program 2 tahun perbaikan BUMN yang menjadi tantangan presiden.

"BUMN harus mulai me-retool Direksi dan Komisaris BUMN yang tidak bisa comply dengan core value AKHLAK dan tidak memahami nilai nilai Pancasila," tuturnya.

Sebab, lanjutnya, kalau hanya mengejar profesionalitas saja, siapapun mampu jadi Direksi BUMN karena sudah ditunjang oleh SDM dan ekosistem yang memadai. Justru yang dibutuhkan sekarang adalah personel yang memiliki AKHLAK Pancasila yang mampu memimpin BUMN untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Pemimpin yang memiliki kesadaran kalau BUMN adalah aset bangsa yang harus dikelola dengan amanah dan kompetensi agar bisa bermanfaat untuk mewujudkan keadilan sosial,” katanya.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah mencari individu yang secara paralel mampu memahami dan menjalankan core value AKHLAK dan sekaligus seorang Pancasilais untuk memimpin transformasi di BUMN.

“Saya kira cukup banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan itu, hanya mungkin belum tertangkap radar," pungkas Arif.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar