Sekjen PP: Urus BUMN Tak Cukup Profesionalitas, Perlu Nilai Akhlak Pancasila

KBRN, Jakarta : Ada yang menarik dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo pekan lalu. Di hadapan Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah Direksi BUMN, Presiden secara langsung menyentil kinerja BUMN.

Jokowi menyampaikan rasa kecewa secara terbuka terkait kinerja BUMN yang masih jeblok. Padahal, para direksi merupakan individu yang terpilih dan terseleksi profesionalitasnya. Di sini, Jokowi menekankan perlunya nilai-nilai dasar atas core value dalam pengelolaan BUMN.

Menyikapi pernyataan Presiden, Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman menyatakan afirmasi terhadap pernyataan tersebut. Dia menilai, kinerja BUMN pada hakikatnya merupakan output dari nilai-nilai yang diamalkan dan dipahami oleh sumber daya manusianya, terutama Direksi sebagai pengurus.

Arif mengingatkan, sebenarnya core value untuk BUMN sudah diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada tahun lalu berbarengan dengan peluncuran logo baru kementerian. Erick memperkenalkan core value berakronim AKHLAK. Amanah, Kompeten, Harmonis, Kolaboratif, Adaptif, Loyal.

Arif meyakini kalau core value AKHLAK ini bersumber dari core value bangsa ini, Pancasila. “Kita sebagai bangsa dan negara telah menerima Pancasila sebagai ideologi, sebagai nilai dasar dalam berbangsa dan bernegara," ujar Arif di Jakarta, Sabtu (17/10/2021).

"Saya lihat Erick berusaha untuk menafsirkan nilai-nilai Pancasila ke dalam nilai perusahaan BUMN yang dia namakan AKHLAK,” tambah Arif.

Dia menilai, Direksi BUMN masih gagap dalam menjalankan transformasi nilai-nilai yang oleh Erick dijadikan crash program yang harus segera diaplikasikan secara top down.

"Transformasi tampilan memang mudah, rebranding sejumlah BUMN mengikuti perubahan logo dan core value telah dilakukan nyaris serentak. Namun, penanaman nilai ternyata hal yang berbeda," tegasnya.

Berangkat dari keresahan Presiden Jokowi itu, Arif berharap agar Erick tidak lagi malu-malu menggunakan idiom Pancasila sebagai dasar nilai AKHLAK yang saat ini masif dikampanyekannya.

Selanjutnya : BUMN

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00