FOKUS: #PPKM MIKRO

Lewat Pertanian, Kementan Wujudkan Mimpi Besar Generasi Muda

KBRN, Jakarta : Pertanian Indonesia ibarat merpati putih yang tak ingkar janji. Alasannya, pertanian Indonesia merupakan salah satu sektor utama penyumbang pendapatan negara. Untuk memaksimalkan sektor ini, Kementerian Pertanian terus berupaya menghadirkan banyak petani milenial.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, keterlibatan generasi muda dalam menggerakan sektor pertanian sangat dibutuhkan. Agar transformasi sektor pedesaan dapat tercapai.

"Bertani itu bukan hanya untuk makan, namun juga kesehatan, pemenuhan ekonomi, dan memiliki dimensi sosial, serta sebagai kekuatan pemerintah. Kepala Daerah dapat memanfaatkan dan mengikuti skema untuk memperoleh bantuan pertanian dari pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan). Selain bantuan, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pertanian (SDM) juga perlu digencarkan," ujar Mentan Syahrul.

Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki beberapa program strategis untuk mendorong peran generasi muda dalam sektor pertanian, salah satunya adalah Program Youth Entreprenuership and Employment Support Services (YESS). 

Program YESS hadir memberikan  kesempatan bagi pemuda-pemudi, khususnya di wilayah pedesaan, untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui kewirausahaan/pengembangan usaha atau dengan meningkatkan kemampuan bekerja setiap individu.

Sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan dan transformasi wilayah pedesaan secara berkelanjutan dan menyeluruh.

Mengingat betapa pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda), Kementan melibatkan  beberapa unsur penting didaerah mulai dari Kepala Daerah, Bappeda, Dinas Pertanian  serta stakeholder terkait lainnya.

Di Magelang Selasa (14/9/2021), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) Kementan, melalui Program YESS, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Budaya Petani Milenial. 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan ada dua kunci utama keberhasilan pelaksanaan Program YESS. 

”Pertama, hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Dan kedua, sasaran dari program YESS yakni generasi milenial harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir. Kami dari Kementan meyakini dengan adanya campur tangan aktif generasi muda yang inovatif, kreatif, berfikir maju dapat mengubah wajah pertanian Indonesia kearah yang lebih maju lagi. SDA dan SDM layaknya tambang emas yang bila kita olah dengan baik akan menghasilkan bahkan menguntungkan”, kata Dedi.

Secara teknis, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah yang hadir secara virtual juga menjelaskan beberapa langkah sinergi Kementan dengan Kementerian dan Lembaga lain termasuk Pemda guna meningkatkan penumbuhan wirausahawan muda pertanian. 

“Fokus kami untuk mewujudkan regenerasi petani tak main-main. Ini semua kami buktikan melalui pelatihan digitalisasi UMKM untuk  memperluas online  marketplace. Kami juga menyelenggarakan pelatihan, konsultasi dan  pendampingan di sentra produksi komoditas strategis, mendorong kemitraan dengan stakeholder terkait melalui penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani dan peningkatan standarisasi dan Sertifikasi bagi pelaku usaha pertanian,” paparnya.

Siti Munifah menambahkan, pendampingan usaha bagi wirausahawan pertanian, pelatihan vokasi untuk kewirausahaan pengembangan usaha, pelatihan dan pendampingan literasi keuangan dan akses permodalan melalui KUR hingga akselerasi pembiayaan dan Investasi pun dilakukan oleh Kementan.

"Dan yang tak kalah penting, Kementan terus menginisiasi kerjasama dengan stakeholder lain dalam bidang penyuluhan, pendidikan dan pelatihan," katanya.

Ditemui di sela-sela acara, Project Manager program YESS, Inneke Kusumawaty menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Budaya Petani Milenial adalah untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan aparatur provinsi dan kabupaten dalam mengembangkan program pemuda pada sektor pertanian di daerahnya masing-masing, menunjang peningkatan keterlibatan pemuda dalam dialog penyempurnaan kebijakan pemerintah daerah khususnya di bidang pertanian  di wilayah Program YESS.  

“Selain itu, ajang ini dapat menjadi pembelajaran bagi pihak berwenang di masing-masing wilayah Program YESS untuk mengembangkan dan / atau menyempurnakan kebijakan pemerintah daerah dalam melibatkan generasi muda dalam melaksanakan pengembangan program daerah”, ujar Inneke.

Kegiatan ini  dihadiri oleh Asisten Daerah Kabupaten Magelang, Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi,  perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri,  Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, Kepala Bappeda lingkup wilayah program YESS, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Lingkup Pertanian di wilayah Program YESS serta beberapa unsur program YESS.  

Diakhir acara Inneke mengharapkan adanya  lesson learned yang diperoleh masing-masing daerah dari keberhasilan wilayah lain dalam hal melibatkan kaum muda perdesaan untuk memanfaatkan sumber daya pemuda melalui pengembangan wirausaha berbasis kearifan lokal di wilayah program YESS hingga pada akhirnya kualitas dari program ini pun akan meningkat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00