Kompartemen BPRS Asbisindo Gandeng BI-OJK Gelar Vaksinasi

Kompartemen BPRS Asbisindo Gandeng BI-OJK Gelar Vaksinasi (Foto : Istimewa)

KBRN, Bekasi : Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) ASBISINDO menggelar vaksinasi pertama untuk wilayah Jabodetabek  sebagai bagian dari program dari Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) mendukung program pemerintah pusat.

Vaksinasi perdana ini merupakan hasil kerjasama dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Universitas Budi Luhur.

Program Vaksinasi ini diperuntukkan untuk karyawan Bank Syariah, keluarga karyawan, nasabah dan masyarakat umum.

Pembukaan Kegiatan Vaksinasi ini dihadiri oleh Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Suharman Tabrani, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah, Sekretaris Kota Wilayah Jakarta Selatan, Munjirin, Rektor Universitas Budi Luhur Wendi Usino dan Kepala Puskesmas Pesanggrahan drg. Etrina Eriawati.

Muhammad Hadi Maulidin Nugraha, selaku Ketua ASBISINDO DPW Jabodetabek menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah dari dunia industri keuangan syariah khususnya BPRS mendukung dan membantu program pemerintah pusat dalam upaya memotong mata rantai virus corona. 

“Pandemic yang disebabkan virus corona telah memberikan penurunan ekonomi secara drastis termasuk dunia perbankan yang didalamnya ada BPRS. Oleh karena itu, kami mengambil bagian dari program Vaksinasi Nasional sebagai upaya melakukan pemulihan ekonomi," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Minggu (1/8/2021).

Diterangkan Hadi, pandemic virus corona yang telah berjalan selama 1 tahun ini telah memberikan dampak buruk bukan hanya kepada perusahaan namun juga kepada karyawan dan para nasabah.

"Ada banyak karyawan yang harus terpapar virus ini. Dan untuk nasabah sendiri, banyak yang mengalami kerugian dan penutupan usaha sehingga mengganggu pertumbuhan keuangan BPRS," katanya.

Hampir semua BPRS khususnya di Jabodetabek mempunyai karyawan yang terpapar. "Melihat kondisi tersebut maka vaksinasi dirasa penting dalam mengurangi dampak buruk terhadap kesehatan para karyawan," tutur Hadi.

Vaksinasi pertama ini tambah Hadi menargetkan sebanyak 1.000 orang. Dimana 600 orang berasal dari keluarga besar BPRS mulai dari karyawan, keluarga karyawan dan nasabah.

Sebanyak 400 orang dibuka untuk umum termasuk para mahasiswa dan dosen di Universitas Budi Luhur.

“Sesuai arahan dari OJK, maka target vaksinasi ini dibagi menjadi dua bagian. Pembukaan sentral vaksin hasil kolaborasi ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses dan pelayanan vaksin," tandas Hadi.  

Ditempat yang sama Ketua 5 DPP ASBISINDO yang juga ketua Kompartemen BPRS ASBISINDO Cahyo Kartiko menjelaskan bahwa Vaksinasi ini tidak hanya digelar di Jabodetabek namun disemua wilayah yang ada bank syariah.

Asosiasi sebagai perhimpunan telah berkomitmen membantu program ini bisa terlaksana kepada seluruh masyarakat khususnya keluarga besar bank syariah.

"Kami telah berkordinasi dengan semua Bank Syariah baik Badan Usaha Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan BPRS akan menggelar vaksinasi bersama-sama sesuai dengan wilayah masing-masing," ucap Cahyo.

Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat menambahkan bahwa Vaksinasi ini terus didorong untuk semua industry agar bisa dilaksanakan.

Tidak hanya asosiasi perbankan namun juga asosiasi lain seperti asuransi, pasar modal dan multifinance.

“Kami berkomitmen dan sangat mendukung agar program pemerintah dalam vaksinasi bisa terlaksana dengan cepat. Kami menargetkan sekitar 9 juta vaksinasi untuk industry di sector keuangan," terang Dhani.

Selain itu pula, OJK berharap dengan kegiatan vaksinasi ini, dampak ekonomi yang telah menurun dalam beberapa tahun belakang bisa pulih dan kembali bangkit.

Vaksinasi sebagai dukungan besar dalam memberikan pemulihan ekonomi tersebut.

“Dengan adanya peningkatan imunitas melalui vaksin  semoga bisa memberikan pencegahan dan meghilangkan virus ini serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk beraktifitas," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00