Dayana Assembayeva Jadi Brand Ambassador Bencoolen Coffee

Pendiri dan mitra pelaksana AstanaBiennale, Indira Makhmetova, mengatakan kopi sangat diminati di Kazakhstan dan berharap kopi Indonesia bisa disukai oleh rakyat Kazakhstan.

"Kita mendirikan Art Factory Hydra yang mengorganisir acara publik, event, tempat kreatif, dan public space. Dan tentu saja ketika orang kreatif berkumpul, di sana pasti ada kopi, kopi diminum banyak orang. Ini adalah kesempatan bagus bagi Bencoolen Coffee untuk mempromosikan kopi Indonesia di Kazakhstan," tutur Indira.

Dalam acara ngopi bareng (ngobar) dengan Dayana pada 10 Juli lalu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berharap Dayana bisa mengenalkan kopi Bengkulu ke dunia internasional.

Secara terbuka, Rohidin mengundang Dayana dan seluruh masyarakat Indonesia hingga dunia untuk datang ke Bengkulu guna menikmati secangkir kopi dan indahnya panorama Bengkulu.

"Ketika pandemi sudah berakhir, silahkan datang ke kebun rakyat dan kampung kopi masyarakat tradisional Bengkulu untuk memetik biji kopi Bencoolen secara langsung," kata Rohidin.

CEO Bencoleen Coffe Lucky Widja meminta kepada semua pihak untuk bisa bersinergi dalam mengenalkan budaya Indonesia, terutama tentang kekayaan kopi. Salah satunya adalah kopi Bengkulu agar dapat dinikmati para penikmat kopi di Kazakhstan.

"Kopi Bengkulu ditanam secara tradisional dengan cara penanaman yang organik. Karena itu, kopinya dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia dan pernah meraih tiga medali emas, perak dan perunggu dalam kompetisi Kopi AVPA Prancis pada 2019 lalu," pungkasnya.

Halaman 3 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00