FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Jaga Produktivitas di Musim Kemarau, Kementan Hadirkan Sumur Suntik

KBRN, Jakarta : Produktivitas pertanian dijamin tetap tinggi di musim kemarau. Sebab, infrastruktur pengairan dibangun program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan. Sistem yang dikembangkan berupa sukur suntik. Lokasinya berada di Bosso Timur Walenrang Utara, Luwu, Sulawesi Selatan. READSI Kementan bahkan menyiapkan kelembagaannya.

"Kebutuhan pangan selama pandemi Covid-19 harus tercukupi semuanya. Untuk itu, produktivitas pertanian harus ditingkatkan. READSI siap memfasilitasinya, termasuk membangun infrastruktur pengairannya," ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

"Melalui READSI, berbagai potensi bisa dioptimalkan. Produksi pertanian tidak boleh turun agar petani sejahtera. Ketahanan pangan harus tercapai dan dipercepat. Lebih penting lagi, READSI membuka peluang besar padat karya. Dengan begitu, ada lapangan kerja dan serapan pengangguran di desa yang optimal," terang SYL.

Produktivitas pertanian daerah menunjukan performa positif. Peningkatan produktivitas ditunjukan Luwu melalui komoditi padi. Luwu mampu memproduksi padi 405.055,58 Ton pada 2020. Naik 4,11% dari 2019 yang hanya menghasilkan produktivitas padi 389.056,32 Ton. Luwu juga sentra komoditi jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.

"Pertanian tetap menjadi garda terdepan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19. Apalagi, pangan menjadi agen efektif untuk melawan Covid-19." jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi.

Pokmas yang sudah dibentuk tersebut akan melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur desa berupa sumur suntik. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mengairi sawah petani yang rawan kekeringan dimusim kemarau. 

"Kolaborasi harus dilakukan untuk mendukung program READSI. Dengan sinergi kuat, pertanian semakin optimal memberi kesejahteraan. READSI juga membangun infrastruktur pertanian, termasuk irigasinya," tutup Dedi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00