Hari Pertama Biden, Hambali Baru Mulai Diadili

Foto: Tribunnews

KBRN, Jakarta: Jaksa militer Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan resmi terhadap Hambali dan 2 terdakwa lainnya terkait bom Bali 2002 dan Jakarta 2003.

Tuntutan diajukan hampir 18 tahun setelah ketiganya ditangkap di Thailand. Mereka saat ini ditahan di penjara militer AS, Teluk Guantanamo, Kuba.

"Tuntutan terhadap mereka termasuk persekongkolan, pembunuhan, upaya pembunuhan, dengan sengaja melukai orang, menyerang warga sipil, penghancuran properti, dan setelah pemeriksaan mereka semua melanggar hukum perang," ucap Pentagon seperti dilansir AFP, Jumat (22/1/2021).

Tuntutan pertama terhadap Hambali, ia merupakan seorang pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah dan diyakini sebagai perwakilan tertinggi Al-Qaeda di Indonesia.

Kelompok Hambali, pada 12 Oktober 2002 melakukan pengeboman terhadap klub malam di Bali kemudian menewaskan 202 orang. Dan, serangan bom bunuh diri pada 5 Agustus 2003 di Hotel JW Marriott, Jakarta.

Menurut dokumen kasus Guantanamo, dua rekan Hambali, warga negara Malaysia Mohammed Nazir bin Lep dan Mohammed Farik bin Amin merupakan pembantu Hambali di Jemaah Islamiyah yang telah menjalani pelatihan oleh Al-Qaeda.

Tahun 2016 Guantanamo menolak permintaan pembebasan Hambali. Menurut jaksa, mereka masih merupakan ancaman berbahaya bagi keamanan Amerika Serikat.

Tuntutan kepada Hambali diumumkan pada hari pertama Pemerintahan Presiden Joe Biden memimpin Amerika Serikat.

Ketika Obama menjadi Presiden AS dan Biden menjadi Wakil Presiden mereka berusaha menutup penjara Guantanamo. Namun, upayanya gagal karena dianggap terlalu beresiko.

Saat Donal Trump jadi Presiden, ia sama sekali acuh dan tidak beniat untuk menutup penjara teroris kelas kakap tersebut.

Untuk diketahui, penjara Guantanamo adalah kompleks penjara militer di bawah Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO) dan menempati sebagian dari pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba sejak 2002. Penjara ini menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00