Indonesia Dorong Pemerintahan Biden Pelihara Perdamaian Dunia

KBRN, Jakarta: Euforia pasca pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Rabu (20/1/2021), masih terlihat jelas terutama terkait harapan dari negara-negara sahabat.

Indonesia sendiri mengharapkan pemerintahan Presiden Biden akan membawa perubahan di banyak sektor.

Terdapat tiga hal yang diharapkan Indonesia pada administrasi baru AS di bawah kepemimpinan Biden.

Salah satu yang krusial adalah keikutsertaan AS untuk turut menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, AS diharapkan menjadi motor terciptanya dunia yang lebih aman, damai dan stabil, di tengah meningkatnnya rivalitas di dunia.

“Tindakan dan solusi unilateral yang tidak sejalan dengan hukum internasional harus dihindari. Penyelesaian konflik secara damai harus senantiasa dikedepankan,” ungkap Retno Marsudi saat menggelar press briefing secara daring, Kamis (21/1/2021).

Proses perdamaian konflik Palestina-Israel dinilai menjadi salah satu hal, yang perlu didukung sepenuhnya oleh AS.

“Indonesia mengharapkan kontribusi positif Amerika terhadap penyelesaian isu Palestina-Israel yang berkeadilan sesuai dengan berbagai Resolusi PBB maupun parameter internasional yang disepakati termasuk Solusi Dua Negara,” imbuh Retno Marsudi.

Menurut Retno, proses perdamaian terhadap konflik di Afghanistan, turut memerlukan adanya dukungan AS dengan menitikberatkan pada proses perdamaian yang lestari dan inkusif.

“Indonesia juga siap bekerja sama dengan Amerika untuk mendukung proses perdamaian yang lestari dan inklusif di Afghanistan termasuk berlanjutnya peran Perempuan dalam proses perdamaian dan pembangunan di Afghanistan,” tambahnya.

AS yang merupakan satu satu mitra wicara penting ASEAN, di bawah pemerintahan Biden didorong pula untuk adanya peningkatan kemitraan strategis dan memperkuat sentralitas ASEAN.

“Kemitraan yang kuat juga diharapkan dalam pelaksanaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, yang bersifat terbuka dan mengedepankan dialog serta Kerjasama,” ucap Retno.

Tidak berhenti di situ, Retno menyebut AS juga memiliki peran krusial untuk memastikan kawasan Laut China Selatan (LCS) untuk tetap stabil.

“Termasuk Laut China Selatan, akan tetap stabil dan damai jika semua negara menghormati hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,” terang Retno.

Resmi dimulainya adminstrasi baru AS di bawah pemerintah Biden dan Harris, Indonesa juga mengharapkan komitmen dalam upaya mitigasi pandemi melalui kerja sama multilateral dan pembangunan tatanan ekonomi dunia yang kokoh dan berkelanjutan. (Foto : Kemenlu RI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00