Indonesia Harapkan Peningkatan Hubungan Bilateral dengan AS

KBRN, Jakarta: Penguatan hubungan bilateral RI – Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Joe Biden, tidak luput menjadi perhatian penting.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut, Indonesia mengharapkan AS mendukung program kemandirian kesehatan nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Indonesia mengharapkan kemitraan dengan AS untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional, antara lain melalui pengembangan kemandirian industri bahan baku obat, farmasi, alat kesehatan, kerjasama pengembangan riset dan teknologi kesehatan serta pengambangan mekanisme early warning di bidang kesehatan,” ucap Retno Marsudi ketika menggelar press briefing secara daring Kamis (21/1/2021).

Sejak 2015 RI-AS telah memperkokoh hubungan bilateral melalui mekanisme Kemitraan Strategis.

Menurut Retno dalam kerangka kemitraan strategis itu pula, kedua negara didorong memiliki kerja sama di sektor ekonomi dan pembangunan berkelanjutan yang saling menguntungkan.

“Termasuk kemungkinan kedua negara memiliki Limited Trade Deal dan investasi AS di sektor infrastruktur, konektivitas dan energi terbarukan,” tambahnya.

Retno memaparkan, kedua negara bersahabat pada administrasi AS yang baru, diharapkan mampu melanjutkan kerja sama yang telah berjalan baik seperti pada kerja sama pertahanan dan keamanan lintas batas.

“Termasuk dalam menghadapi ancaman terorisme serta pemajuan nilai-nilai bersama dan kerjasama pendidikan juga akan terus dilakukan,” terang Retno lagi.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya menyebut, nilai perdagangan kedua negara yang menunjukkan tren positif, diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

“Dari 2018 – 2019 total perdagangan masih sekitar $ 27 – 28 miliar . Kalau untuk angka ekspor kita periode pertengahan 2020 dibandingkan dengan periode yang sama kita melihat peningkatan ekspor kita cukup signifikan. Tahun ini $ 15,1 miliar untuk periode yang sama tahun lalu $ 14,6 miliar. Justru dimasa pandemi ada peningkatan,” terang Ngurah Swajaya dalam wawancara khusus bersama RRI.CO.ID pada 17 Desember 2020.

Dikatakan Ngurah, Indonesia berharap kepemimpinan Joe Biden mampu mendorong peningkatan investasi ke Indonesia yang saat ini pertumbuhannya belum optimal.

“Kalau kita bandingkan seluruh investasi AS ke ASEAN, di Indonesia rata-rata sekitar 10 persen. Padahal kekuatan ekonomi kitakan 35 persen dari PDB ASEAN. Kita harapkan dengan omni bus law memang sambutannya cukup positif dan komitmen mereka untuk melakukan investasi cukup besar,” ucapnya.

Pada pidato perdana sebagai Presiden AS ke – 46 Biden menegaskan, adminstrasinya akan memperbaiki hubungan dengan dunia internasional, dengan menjadikan berbagai tantangan yang ada sebagai sebuah kekuatan bersama.

“Jadi, inilah pesan saya kepada mereka yang berada di luar perbatasan kita, Amerika telah diuji dan kita tampil lebih kuat karenanya. Kita akan memperbaiki aliansi kita dan terlibat dengan dunia. Sekali lagi bukan menjadi tantangan kemarin, tapi tantangan hari ini dan esok. Tantangan akan memimpin tidak hanya dengan contoh kekuatan kita. Tetapi dengan kekuatan teladan kita, mitra yang kuat dan tepercaya untuk kemajuan dan keamanan perdamaian,” ucap Biden yang diusung oleh Partai Demokrat itu. (Foto : Kemenlu RI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00