Indonesia Desak Malaysia Perpanjangan MoU PMI Domestik

KBRN, Jakarta : Adanya kasus penyiksaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik berinisial MH di Kuala Lumpur pada akhir bulan lalu, mendorong pemerintah Indonesia mendesak Malaysia untuk turut mencari solusi terkait pekerja di sektor domestik. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, adanya kasus MH menjadi “wakeup call” akan pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi PMI sekor domestik di Malaysia. 

"Kasus MH ini kembali menjadi "wakeup call"mengenai pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi pekerja migran sektor domestik Indonesia ke Malaysia,” ungkap RetnoMarsudi di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Retno menjelaskan Indonesia mendesak Pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan perundingan nota kesepahaman terkait penempatan dan perlindungan PMI sektor domestik yang telah habis masa berlakukanya sejak 2016.

"Untuk itu, Indonesia mendorong penyelesaian segera perundingan MoU tersebut untuk memastikan perlindungan penuh bagi PMI sejak berangkat, bekerja di Malaysia, hingga kembali lagi ke Indonesia,” tegasRetno.

Atas kasus penganiyaan terhadap MH yang diketahui terjadi selama sembilan bulan oleh pasangan suami istri yang merupakan majikan, pemerintah Indonesia meminta otoritas Malaysia melakukan pengawasan yang ketat terhadap majikan, menjamin pelindungan yang baik terhadap pekerja migran serta melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku. 

Menurut Retno kondisi MH yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur semakin membaik.

"Pemerintah memonitor terus kondisi MH di rumah sakit Kuala Lumpur. Kondisi yang bersangkutan saat ini stabil dan semakin membaik,” ucapnya. 

Sebelumnya, MH yang bekerja selama 13 bulan, berhasil diselamatkan Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada 24 November 2020, berdasarkan informasi awal yang diberikan LSM Tenaganita dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur. Dan kedua majikan kini telah ditahan.

Kedua majikan telah melakukan penyiksaan keji terhadap MH selama sembilan bulan, sehingga menyebabkan korban mengalami luka serius di sekujur tubuh dan kehilangan berat badan akibat tidak diberi makan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00