WHO: Sangat Mungkin Dua Juta Meninggal Corona

Mike Ryan, Kepala Kedaruratan WHO. (BBC)

KBRN, Jenewa: Jumlah meninggal dunia akibat virus corona global bisa mencapai dua juta sebelum vaksin yang efektif digunakan secara luas, menurut peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Mike Ryan, Kepala Kedaruratan WHO, mengatakan angka tersebut bisa lebih tinggi tanpa tindakan internasional bersama.

Hampir satu juta orang telah meninggal dengan Covid-19 di seluruh dunia sejak penyakit itu pertama kali muncul di Cina akhir tahun lalu.

Infeksi virus terus meningkat, dengan 32 juta kasus dikonfirmasi secara global.

Awal gelombang kedua infeksi virus corona telah tampak di banyak negara di belahan bumi utara saat musim dingin mendekat.

Sejauh ini, AS, India, dan Brasil telah mengonfirmasi kasus terbanyak, mencatat lebih dari 15 juta di antaranya.

Tetapi dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi kebangkitan infeksi di seluruh Eropa, mendorong peringatan penguncian nasional serupa dengan yang diberlakukan pada puncak gelombang pertama pandemi.

"Secara keseluruhan di wilayah yang sangat luas itu, kami melihat peningkatan penyakit yang mengkhawatirkan," kata Dr. Ryan tentang lonjakan kasus yang nyata di Eropa, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (26/9/2020).

Dia mendesak warga Eropa untuk bertanya pada diri mereka sendiri apakah mereka sudah cukup berbuat untuk menghindari perlunya penguncian - dan apakah alternatif, seperti pengujian dan pelacakan, karantina dan jarak sosial, telah diterapkan.

"Penguncian hampir merupakan pilihan terakhir - dan berpikir bahwa kita kembali ke wilayah pilihan terakhir pada bulan September, itu adalah pemikiran yang cukup serius," kata Dr Ryan kepada wartawan di markas besar WHO di Jenewa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00