Kandungan Limbah Bekas Ledakan Beirut Diteliti

Foto udara memperlihatkan atap rumah yang rusak, setelah bencana ledakan besar di area pelabuhan Beirut, Libanon, Kamis (13/8/2020). Foto diambil dengan drone. (Antara Foto/Reuters/Bader Helal/pras/cfo)

KBRN, Jakarta: Penasihat Krisis PBB di Lebanon, Rekha Das mengatakan, PBB berupaya menelusuri kandungan limbah berbahaya yang berada di lokasi ledakan Beirut, Lebanon. 

"Dalam beberapa detik, Beirut ditutupi lapisan-lapisan puing, kami sedang menilai jenis-jenis puing, batu bata, baja, kaca, limbah berbahaya, limbah medis, dan limbah elektronik juga perlu ditangani." kata Rekha Das seperti dilansir AFP, Sabtu (15/8/2020).

Rekha menyebut, PBB juga tengah memilah bahan apa yang berbahaya dan yang tidak berbahaya. Selain itu, juga tengah mencari cara bagaimana untuk mendaur ulang atau bahkan membuang limba itu dengan aman.

"Kita harus mencari tahu apa yang berbahaya dan apa yang tidak. Apa yang bisa didaur ulang dan apa yang tidak," ucapnya.

"Dan jika tidak dapat didaur ulang, di mana dapat dibuang dengan aman? Lebanon sudah mengalami krisis limbah padat yang besar sebelum ledakan," sambungnya.

Seperti diketahui, ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon terjadi karena ribuan ton amonium nitra yang terbakar di lokasi. Akibat ledakan itu, 178 orang dinyatakan tewas, 30 orang masih hilang dan 6.500 orang lainnya luka-luka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00