Rusuh Chicago, KJRI Konfirmasi WNI Aman

KBRN, Jakarta: Kerusuhan melanda Chicago, Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh terjadinya penembakan di lingkungan kota Englewood. Lebih dari 100 orang ditangkap dan 13 petugas kepolisian terluka saat perusuh menghancurkan jendela dan toko-toko kelas atas di pusat Kota Chicago.

Kerusuhan ini membawa dampak ketakutan bagi warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Namun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago melaporkan kondisi WNI saat ini dalam keadaan aman. Meski begitu, pihak KJRI tetap mengimbau kepada WNI agar menghindari pusat kota yang menjadi tempat terjadinya kerusuhan.

"Sesuai hasil pemantauan KJRI Chicago, warga masyarakat Indonesia di Chicago dan sekitarnya dalam keadaan aman dan telah dihimbau melalui media sosial KJRI serta jalur komunikasi lainnya agar menghindari tempat-tempat terjadinya aksi kerusuhan," demikian bunyi keterangan KJRI Chicago yang diterima RRI, Senin (10/8/2020).

KJRI mengatakan saat ini aparat keamanan setempat meminta warga untuk menjauhi lokasi kerusuhan. Serta meminta warga untuk mengikuti imbauan itu. Polisi juga telah menutup ruas jalan menuju pusat kota Chicago. KJRI mengimbau agar WNI terus memantau informasi resmi melalui media sosial maupun media elektronik.

"Aparat kepolisian saat ini telah melakukan penutupan terhadap ruas jalan menuju dalam kota Chicago dan telah menghentikan sementara layanan transportasi. Terus memantau perkembangan informasi melalui media elektronik dan media sosial," katanya.

Media lokal mengatakan, aparat penegak hukum belum mengetahui apa yang memicu kerusuhan itu. Namun kegaduhan terjadi setelah polisi melaporkan terjadinya penembakan di lingkungan kota Englewood. Puing-puing berserakan di tempat parkir di luar Best Buy. Sementara jendela Apple Store tampak pecah.

Protes atas rasisme dan pembunuhan George Floyd telah meletus di seluruh Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Di mana kematian George Floyd itu terjadi pada 25 Mei lalu. Namun, Walikota Chicogo, Lori Lightfood menggambarkan kerusuhan itu sebagai protes "hina, kriminal murni" dan "tidak ada hubungan dengan protes yang sah".

"Kami juga harus mengambil tindakan di saat tantangan seperti ini dan tidak memberikan perlindungan kepada penjahat," katanya.

Otoritas transit Chicago menangguhkan semua layanan kereta dan bus ke pusat kota atas permintaan pejabat setempat demi keselamatan publik. Jembatan yang menuju ke kota juga ditutup untuk membatasi akses publik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00