Ledakan Libanon, Warga Demo di Kemenlu Beirut

Foto (Dok. Mohamed Azakir/Reuters)

KBRN, Jakarta: Demonstrasi terjadi di depan Kementerian Luar Negeri di Beirut, Sabtu (8/8/2020), sebagai wujud kemarahan warga atas kasus ledakan mematikan di pelabuhan Beirut yang membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan mengejutkan dunia.

Aksi ribuan demonstran yang turun ke pusat kota berakhir ricuh, hingga memakan korban jiwa.

"Seorang anggota pasukan keamanan internal tewas ketika... membantu orang-orang yang terperangkap di dalam hotel Le Grey," kata kepolisian di akun twitter tanpa memberikan rincian tambahan.

Para demonstran berbaris di jalan-jalan yang rusak pacaledakan, lalu berkumpul di Lapangan Martir pusat, tempat sebuah truk terbakar. Pasukan keamanan pun nampak menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang berusaha menerobos ke parlemen.

Palang Merah Lebanon menyampaikan, telah membawa 63 orang demonstran ke rumah sakit terdekat. Selain itu sebanyak 175 orang dirawat di lokasi tanpa menyebut identitas mereka.

Sebuah kelompok yang dipimpin oleh pensiunan perwira tentara Lebanon menyerbu kementerian luar negeri dan menyatakannya sebagai "markas besar revolusi".

"Kami mengambil alih kementerian luar negeri sebagai tempat revolusi," Sami Rammah, seorang pensiunan perwira, mengumumkan melalui pengeras suara dari tangga depan kementerian.

"Kami menyerukan kepada semua rakyat Lebanon yang menderita untuk turun ke jalan menuntut penuntutan semua koruptor," seruan kepada komunitas internasional untuk memboikot pemerintah.

Diektahui, sejauh ini ledakan akibat amonium nitrat yang disimpan bertahun-tahun di salah satu kapal di pelabuhan itu telah meratakan pelabuhan Beirut dan menewaskan 158 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00