Empat Poin Bilateral Indonesia-Kolumbia

KBRN, Jakarta: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menekankan empat poin penting demi memperkuat hubungan bilateral anatar Indonesia dengan Kolumbia.

"Poin pertama, penguatan mekanisme kerja sama bilateral. Dalam hal ini, berkaitan dengan langkah strategis untuk mereview kerja sama yang ada dan menjajaki peluang baru termasuk menyiapkan rencana kunjungan Presiden Kolombia ke Indonesia tahun 2021," kata Retno dalam press briefing yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Selain itu, Retno juga menyebut penguatan kemitraan ekonomi bilateral, Indonesia-Kolumbia. Berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi baik perdagangan, investasi dan pariwisata harus terus didorong. 

"Untuk itu, saat ini Indonesia dan Kolombia juga telah memulai feasibility study (untuk menilai kelayakan implementasi sebuah bisnis, red), terkait Preferential Trade Agreement (PTA) antara kedua negara," ujar Retno.

Dia juga menaytakan, interaksi pebisnis dua negara harus diperkuat, termasuk pendirian Indonesia - Latin America Chamber of Commerce.   

Menurut data Kemenlu RI, Kimia Farma (Indonesia) dengan Inver3 SAS telah menandatangani kesepakatan untuk memasarkan produk farmasi Indonesia di Kolombia dan negara-negara Aliansi Pasifik, pada tahun 2019.

Poin ketiga, yaitu memperkuat kerja sama di masing-masing organisasi kawasan melalui ASEAN-Pacific Alliance Cooperation, kemitraan Kolombia di ASEAN dan kemitraan Indonesia di Pacific Alliances.   

"Indonesia terus mengajak Kolombia untuk meningkatkan peranannya di kawasan Asia Tenggara melalui mekanisme ASEAN. Termasuk rencana asesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) Kolombia untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di Kawasan," kata dia.

Terakhir, dalam konteks multilateral Indonesia akan terus berkomitmen mendukung pemeliharaan perdamaian melalui implementasi dari kesepakatan perdamaian, itu antara pemerintah Kolombia dengan FARC atau The Revolutionary Armed Forces of Colombia.  

Selain membicarakan hubungan bilateral, Menlu Retno dengan Menteri Luar Negeri Kolombia juga menyepakati dua hal dengan mengikuti aturan selama pandemi Covid-19, yaitu, kesepakatan pembebasan visa bagi pemegang paspor biasa dan nota kesepahaman untuk membangun platform konsultasi politik antar kementerian luar negeri di masing-masing negara.   

(Foto: Dok.Kemenlu RI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00