Empat Anak Jadi Korban Air India Express

(Dok: Twitter)

KBRN, Jakarta: Empat anak teridentifikasi di antara 16 penumpang yang menjadi korban kecelakaan pesawat Air India Express. Keenam belas korban itu adalah penduduk Kerala. 

"Rincian dari manifes penerbangan yang dirilis oleh Air India Express menunjukkan bahwa korban termuda hanya berusia satu tahun. Penumpang tertua yang meninggal berusia 61 tahun," kata K Gopalakrishnan, seorang pejabat senior untuk distrik Malappuram seperti dikutip dari cnn.com, Sabtu (8/8/2020).

Korban sebanyak 18 orang tewas termasuk dua orang pilot. 

Menteri utam Kerala menyebut salah satu korban dinyatakan positif mengidap virus korona. 

Diketahui, pesawat itu adalah salah satu penerbangan repatriasi yang dioperasikan oleh pemerintah India untuk membawa kembali warga negara yang terdampar di luar negeri karena pembatasan perjalanan Covid-19, menurut situs web Air India.

Penerbangan IX-1344 jatuh setelah tergelincir dari landasan pacu dan terbelah menjadi dua saat mendarat di Bandara Internasional Kozhikode Calicut pada Jumat malam waktu setempat.

Penerbangan dari Dubai itu membawa 190 orang di dalamnya pada saat itu. Dalam kecelakaan itu menunjukkan badan pesawat yang rusak dengan potongan-potongan pesawat tersebar di tempat yang tampak seperti ladang, serta orang-orang yang mencari melalui puing-puing.

"Sekitar 100 layanan ambulans telah dikerahkan untuk membawa penumpang yang terluka ke rumah sakit. Yang terluka telah dirawat di rumah sakit di distrik Kozhikode dan Malappuram," tulis tweet dari Gopalakrishnan.

Menteri Penerbangan Sipil Hardeep Singh Puri, yang tiba di Kozhikode pada hari Sabtu, men-tweet bahwa 149 orang telah dirawat di berbagai rumah sakit, tiga di antaranya terluka parah. "23 lainnya telah dipulangkan," katanya.

Setelah kecelakaan itu, lanjut Puri pihaknya akan berkonsultasi dengan pejabat senior penerbangan sipil. Selain itu, ia memastikan perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit telah ditemukan dari reruntuhan pesawat.

"Investigasi resmi atas kecelakaan itu akan dilakukan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB)," kata Puri.

"Penerbangan melampaui landasan pacu dalam kondisi hujan, "turun 35 kaki ke lereng sebelum pecah menjadi dua bagian," tambahnya.

Puri juga menyampaikan "belasungkawa yang tulus" kepada keluarga dan teman-teman mereka yang tewas dan berharap mereka yang terluka segera pulih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00