Indonesia Fokuskan Penyaluran Logistik WNI di Beirut

KBRN, Jakarta: Ledakan berdaya besar di Beirut, Libanon, pada Selasa (4/8/2020), menyebabkan 137 korban meninggal dan sekitar 5.000 orang luka-luka.

Satu Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial NNE, sempat dilaporkan turut menjadi korban luka dalam ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut itu.

Beruntung NNE telah kembali ke rumah setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyebut, penyaluran bantuan logistik kepada ratusan WNI menjadi fokus Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut pasca ledakan.

“Untuk membantu meringankan beban WNI di Beirut pasca ledakan dan juga dalam menghadapi pandemi COVID-19 KBRI akan terus melanjutkan pemberian bantuan logistik,” ujar Retno Marsudi pada press briefing rutin, Jumat (7/8/2020).

Menurut Retno, bantuan logistik telah disalurkan kepada ratusan WNI yang termasuk dalam kelompok rentan.

“Hingga saat ini KBRI telah memberikan bantuan logistik sebanyak dua kali bagi 160 WNI kelompok rentan utamanya pekerja migran,” jelasnya.

Koordinasi dengan otoritas setempat terus dilakukan, guna memastikan WNI lainnya yang menjadi korban ledakan.

“KBRI Beirut berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan para WNI tersebut untuk mengecek kondisi mereka pasca kejadian ini,” terang Retno.

Sementara, saat ini terdapat 1.447 WNI di Lebanon yang terdiri dari 1.234 Kontingen Garuda dan 213 WNI sipil termasuk mahasiswa.

Indonesia telah memberikan ucapan bela sungkawa yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi pasca ledakan di Pelabuhan Beirut.

“Saya juga telah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Lebanon untuk menyampaikan duka cita dan simpati yang mendalam. Indonesia sampaikan solidaritasnya dengan masyarakat Lebanon dalam menghadapi masa sulit ini,” pungkas Retno Marsudi.

Sementara, sesaat setelah ledakan terjadi di Pelabuhan Beirut, Kontingen Garuda yang merupakan Pasukan Perdamaian Indonesia turut terlibat dalam penanganan korban.

Kontingen Garuda tersebut di bawah komando UNIFIL FC.

Otoritas Libanon mensinyalir sekitar 2,750 metrik ton amonium nitrat sebagai penyebab ledakan yang juga menyebabkan lebih dari 200.000 orang terancam kehilangan tempat tinggal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00