Seorang PMI Alami Penyiksaan Lampaui Batas Perikemanusiaan

KBRN, Jakarta : Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Jeddah, Arab Saudi, berinisial SSS mengalami penyiksaan begitu kejam oleh sang majikan.

SSS disiksa oleh istri majikan dengan cara disiram dengan air klorin ke bagian mata sehingga menyebabkan matanya biru-biru dan sulit dibuka. 

Tidak berhenti di situ, istri perwira muda Kantor Imigrasi Jeddah itu juga menyetrika kedua tangan SSS, dan kemaluannya diduga diinjak-injak pula. Wajah SSS turut dilaporkan bengkak seperti bekas dipukuli.

Kasus penganiayaan yang terjadi 13 Juli itu menyebabkan SSS tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, menyebut tindakan penyiksaan terhadap SSS melampaui batas perikemanusiaan.

"Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan terhadap Ibu SSS oleh majikannya. Tindakan tersebut melampaui batas perikemanusiaan," tegas Judha kepada RRI, Kamis (16/7/2020).

Judha menambahkan, Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, menuntut agar kasus penyiksaan terhadap PMI asal Demak itu diproses secara hukum.

"KJRI sudah koordinasi dengan otoritas Saudi Arabia meminta agar kasus penyiksaan ini ditindaklanjuti secara hukum," ungkapnya.

Dikatakan Judha, visum akan dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum.

"KJRI meminta pihak rumah sakit melakukan visum untuk mendukung proses penegakan hukum. KJRI juga mendampingi SSS dalam proses penyelidikan oleh kepolisian setempat, serta memindahkan yang bersangkutan ke King Fahd Hospital untuk penanganan medis yang lebih baik," jelasnya.

Menurut Judha, kondisi SSS saat ini berangsur stabil.

"Ibu SSS saat ini berada di rumah sakit dan dalam kondisi stabil. Kemlu sudah hubungi keluarga dan terus mengupdate penanganan kasus," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00