Bukan Gertak Sambal, AS Keluar Dari WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) resmi keluar dari keanggotaan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 6 Juli 2021.

Keputusan AS keluar dari WHO, karena Presiden AS Donald Trump menilai, organisasi tersebut telah menjadi boneka Tiongkok. Mmenurut Trump, WHO telah mendukung Tiongkok yang dianggap tidak menyampaikan informasi terkait kondisi sesungguhnya virus corona di masa-masa awal kemunculannya.

Adapun Trump mengumumkan keputusan tersebut sekitar satu bulan lalu. Namun AS harus memberikan masa tenggang satu tahun sebelum resmi keluar dan membayar seluruh iuran yang telah disepakati dalam resolusi bersama Kongres AS tahun 1948. 

Saat ini AS berutang lebih dari US$ 200 juta kepada WHO. Atas keputusan ini, Wakil Presiden AS Mike Pence pun turut mendukung keputusan Trump untuk keluar dari WHO. 

“Ini saat yang sangat tepat (untuk keluar). WHO telah mengecewakan dunia, dan harus ada konsekuensinya,” katanya seperti dikutip Reuters, Rabu (8/7/2020).

Sebelum menyatakan keluar dari WHO, Bahkan Trump terlebih dulu menghentikan pendanaan AS terhadap organisasi tersebut sejak april 2020. Pada 18 Mei, Trump mengirimkan surat yang menyebut bahwa WHO memiliki waktu 30 hari untuk melakukan reformasi.

Dua minggu berselang, Trump menyatakan AS keluar dari WHO dan mengakhiri keanggotaannya selama 70 tahun. 

Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi, mengecam keputusan Trump di tengah upaya WHO sedang berperang melawan Covid-19. 

“Dengan jutaan nyawa yang dalam bahaya, Presiden (Trump) melumpuhkan upaya dunia internasional untuk mengalahkan virus,” ujar Pelosi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan, WHO merupakan organisasi independen di bawah PBB dan sangat penting dalam upaya dunia memerangi Covid-19. 

“Sekjen PBB tengah memverifikasi apakah seluruh persyaratan untuk melepas keanggotaan AS telah dipenuhi,” juru bicara PBB Stephan Dujarric, Selasa (7/7/2020). 

Seperti diketahui, sejak menjabat sebagai Presiden AS, Trump juga telah melepas keanggotaan AS dibeberapa organisasi di bawah PBB lainnya, seperti United Nations Human Rights Council (UNHCR), UN Cultural Agency (UNCA), serta mundur dari kesepakatan global untuk mengatasi perubahan iklim dan kesepakatan nuklir dengan Iran. 

Trump juga memangkas pendanaan terhadap organisasi PBB lainnya seperti UN Population fund, dan lembaga PBB yang membantu pengungsi Palestina. 

Meski demikian keputusan ini masih bisa dibatalkan jika Trump dikalahkan lawannya, mantan Wakil Presiden Barack Obama, Joe Biden, pada Pemilu AS November mendatang. Hal ini dikarenakan langkah yang diambil Trump bertolak belakang dengan lawannya pada Pilpres nanti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00