Virus Corona Dapat Menyebar Lewat Udara?

Ilustrasi Virus Corona (COVID-19) (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terus mempelajari temuan sejumlah ilmuwan yang menyatakan, virus corona (COVID-19) bisa menyebar melalui udara sejauh dua meter.

"Kami menyadari ada temuan baru dalam kasus ini. Maka dari itu kami akan terbuka terhadap bukti-bukti yang disampaikan dan akan berusaha memahami dampak cara penularan dan cara pencegahan yang harus dilakukan," kata Koordinator Teknis Pengendalian Infeksi WHO, Benedetta Allegranzi, dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Rabu (8/7).

Kepala Urusan Teknis WHO, Maria Van Kerkhove menambahkan, pihaknya akan terus mempelajari penemuan baru tentang karakteristik virus ini.

"Sangat penting untuk mengetahui pedoman yang kami buat bisa dilakukan secara tepat. Kami akan menyampaikan pernyataan dalam beberapa hari mendatang tentang hal-hal tersebut," kata Maria.

Di sisi lain, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pandemi virus corona melambat. Menurutnya, dari data yang diperoleh jumlah kasus virus corona di dunia justru meningkat.

"Pandemi ini terus melonjak dan kita jelas belum mencapai tahap puncaknya," ujar Tedros.

"Meski jumlah kematian nampak tidak terlampau besar, tetapi pada kenyataannya sejumlah negara berhasil menekan angka kematian, tetapi ada sebagian negara yang mengalami kenaikan jumlah kematian pasien," lanjut Tedros.

Sebelumnya, sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara menyatakan, virus corona SARS-CoV-2 dapat menular tidak hanya melalui percikan liur atau droplet saja. Mereka menyebut virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 ini, dapat menular lewat udara.

Dalam surat terbuka, ilmuwan sepakat penularan terjadi lewat percikan kecil liur yang bertahan di udara (airborne). Percikan yang tertahan dan melayang di udara itu bisa menularkan virus SARS-CoV-2 jika terhirup orang lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00