Kasus COVID-19 Meroket di California, WNI Waspada

Warga memadati Ocean Beach di San Diego, California, Amerika Serikat, menjelang hari libur 4 Juli (HUT Kemerdekaan AS), Jumat, 3 Juli 2020 lalu (Antara/Reuters/Bing Guan)

KBRN, Los Angeles: Menyusul peningkatan signifikan jumlah kasus infeksi COVID-19 pada kurun waktu seminggu terakhir, Gubernur Negara Bagian California, Gavin Newsom menginstruksikan 19 County di California, termasuk Los Angeles, untuk menutup kembali kegiatan indoor, diantaranya restoran dan bar.

Pada keterangan pers, 1 Juli 2020 lalu dijelaskan, selain restoran dan bar, penutupan selama sekurangnya tiga minggu juga diberlakukan terhadap bioskop, museum dan kebun binatang, terhitung mulai akhir pekan ini, yang bertepatan dengan akhir pekan panjang perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

“Dalam waktu 24 jam, jumlah pasien meninggal dunia akibat COVID-19 tercatat 110 jiwa dan kasus positif infeksi COVID-19 mengalami peningkatan lebih dari 5.100 pasien di seantero California. Harus ada strategi khusus memperlambat peningkatan kasus COVID-19 di California,” ungkap Gubernur Newsom di Los Angeles, Kamis (02/07/2020) lalu.

"State Order Gubernur Newsom berdampak ke kawasan Los Angeles. Pada akhir pekan ini, masyarakat Amerika Serikat merayakan Hari Kemerdekaan. Biasanya, 4th of July dirayakan dengan pawai, kendaraan hias dan pesta kembang api. Tapi dengan dikeluarkannya State Order Gubernur Newsom, tentunya tidak akan ada perayaan secara besar-besaran,” jelas Ardian B. Nugroho, Juru Bicara Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, dalam rilis yang diterima RRI.co.id, Sabtu (04/07/2020).

Wali Kota Los Angeles, Eric Garcetti, juga sudah mengumumkan pelarangan pesta kembang api oleh warga Kota Los Angeles.

Saat ini, California berada di peringkat kedua di AS setelah New York dalam hal jumlah kasus COVID-19 di seantero AS. 

“Sejak California, khususnya California Selatan, melakukan re-opening bertahap pada Mei lalu, tren jumlah kasus positif COVID-19 terus mengalami peningkatan, bahkan di LA pernah tercatat mencapai 8 ribu kasus per hari,” sambung Ardian.

KJRI Los Angeles terus mengimbau WNI di wilayah kerja dalam menyikapi tren peningkatan kasus COVID-19 tersebut. 

“Kami terus melakukan komunikasi intensif dengan para tokoh masyarakat dan menyampaikan imbauan kepada para WNI melalui media sosial. Kesehatan menjadi fokus utama. Pastikan untuk mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan otoritas setempat,” tutup Ardian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00