Hukum Keamanan Nasional Hong Kong Diberlakukan

Siswa kelas menengah di Hong Kong membentuk rantai manusia dekat gedung sekolah mereka untuk memprotes pembebasan guru atas

KBRN,  Beijing: Beijing akhirnya mengeluarkan peraturan hukum keamanan nasionalnya untuk Hong Kong pada hari Selasa (30/6/2020).

Peraturan ini memberikan jalan bagi Cina untuk menghukum para kriminal yang melakukan pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing dengan ancaman seumur hidup di dalam penjara, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2020).

Reuters juga menggambarkan munculnya aturan ini membawa era yang lebih otoriter bagi kota yang paling bebas di Cina.

Parlemen Cina mengesahkan undang-undang yang dibuat khusus ini pada hari itu, dan memberikan Beijing kekuatan besar untuk mengimplementasikan dan menetapkan tahapan perubahan paling radikal dalam beberapa dekade ke dalam cara hidup pusat keuangan global.

Sementara itu, Beijing menyimpan perincian lengkap undang-undang tersebut yang diselimuti kerahasiaan, membuat 7,5 juta warga Hong Kong tidak ada waktu untuk mencerna undang-undang yang rumit sebelum diberlakukan pada pukul 11.00 malam waktu setempat.

Amerika Serikat sendiri menyatakan akan terus menekan Cina menyusul langkah-langkah negara itu yang "meredam" kebebasan dan otonomi Hong Kong, seperti dikutip dari Kyodo News.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Ullyot, mengeluarkan penegasan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan keras terhadap pengekangan kebebasan dan otonomi Hong Kong dan mendesak Beijing segera mengembalikan sebagaimana semula.

Di bawah kebijakan "satu negara, dua sistem" China, Hong Kong dijanjikan akan menikmati hak dan kebebasan wilayah semi-otonom selama 50 tahun setelah kembalinya bekas koloni Inggris ke pemerintahan Tiongkok pada 1997.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00