Angka Kematian Covid-19 New York Menurun 

Sejumlah pialang keluar dari pintu 11 Wall St Bursa Efek New York (NYSE) di New York, Amerika Serikat, Jumat, 26 Juni 2020 lalu dengan protokol kesehatan lengkap (Ant/Reuters/Brendan McDermid)

KBRN, Jakarta: Amerika Serikat sejauh ini diketahui sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia, dengan Kota New York salah satu pusat wabah Covid-19.

Di antara kasus-kasus positif tersebut, sudah 128 ribu lebih kasus kematian tercatat di negara tersebut, Tetapi untuk saat ini, angka kematian semakin menurun.

Melansir dari NBC New York, Senin (29/6/2020), otoritas kesehatan negara bagian ini menyebut angka kematian harian di wilayah ini pada Sabtu (27/6/2020) lalu hanya terdapat 5 kasus.

Angka ini disebut menjadi jumlah kematian terendah di wilayah itu jika merujuk laporan dari pemerintah setempat yang masuk sejak 15 Maret lalu.

Ini menjadi angka kematian satu digit pertama di sana sejak pandemi terjadi.

Hal ini tentu menjadi catatan baik untuk proses penanganan wabah di wilayah yang dijuluki sebagai The Big Apple ini.

Namun Gubernur New York, Andrew Cuomo mengkhawatirkan kasus di wilayahnya akan kembali naik karena transmisi virus yang terjadi antar warga AS yang datang dari negara bagian lain. 

"Saya sekarang takut akan penyebaran yang datang dari masyarakat negara bagian lain, karena kami (AS) adalah satu negara dan orang-orang bebas bepergian. Saya khawatir tingkat infeksi di negara-negara lain akan kembali ke New York dan menaikkan tingkat itu lagi," kata Cuomo.  

Menyikapi angka kasus yang terus menurun, sejumlah negara bagian, termasuk New York, memang sudah berencana kembali membuka wilayahnya dari lockdown.

Bahkan wilayah ini sudah memasuki fase lebih lanjut dari rencana pembukaan wilayah masing-masing.

Meski begitu, untuk mencegah terjadinya penularan dari masyarakat negara bagian lain, pemerintah memberlakukan pembatasan bagi orang luar New York untuk memasuki wilayahnya.

Pembatasan ini terutama diberlakukan bagi orang-orang yang datang dari wilayah dengan angka penularan yang tinggi.

Hingga Senin (29/6/2020), total kasus infeksi di negara ini sudah melebihi angka 2,6 juta kasus.

Walaupun begitu, para ahli kesehatan meyakini jumlah infeksi yang sesungguhnya terjadi 10 kali lebih banyak dari kasus yang dilaporkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00