Memanas, India Kerahkan Sistem Rudal Diperbatasan China

Rudal Akash India (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: India disebut-sebut telah mengerahkan sistem pertahanan rudal darat ke udara yang bersistem cangih bernama Akash ke perbatasan utara Ladakh, kawasan Himalaya pada akhir pekan lalu. Hal ini menyusul ketegangan antara India dan China dalam beberapa pekan terakhir.

Pengerahan alat utama sistem pertahanan ini dilakukan India, menyusul manuver China yang terus meningkatkan aktivitas pesawat tempur dan helikopter militernya di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto kedua negara di wilayah Ladakh yang menjadi rebutan.

"Sebagai bagian dari pembangunan yang tengah berjalan, sistem pertahanan udara militer India telah dikerahkan ke sektor LAC untuk mengantisipasi pergerakan jet tempur angkatan udara China dan helikopter mereka di perbatasan," ujar seorang sumber pemerintah China kepada kantor berita India pada Minggu (28/6).

Akash merupakan sistem pertahanan rudal jarak menengah yang dikembangkan sendiri oleh India. Selain sistem rudal, India juga mengizinkan angkatan bersenjatanya untuk menggunakan senjata api ketika bertugas di LAC dalam "situasi luar biasa" seperti saat ini.

Padahal, menteri luar negeri India-China telah berkomunikasi dan sepakat mengambil jalan damai untuk meredam ketegangan kedua negara.

Meski begitu, kedua negara terus menambah pasukannya. China bahkan dilaporkan telah memperkuat pasukannya dengan mengirim ahli bela diri dan pendaki gunung di dekat perbatasan India sebelum bentrokan mematikan beberapa waktu lalu.

Surat kabar resmi militer China, National Defense News menyebut lima divisi milisi baru tiba di Lhasa, Tibet, pada 15 Juni lalu. Pasukan ini berisi mantan anggota tim estafet pembawa obor Olimpiade Gunung Everest dan ahli bela diri campuran. Dari rekaman CCTV juga memperlihatkan cuplikan ratusan pasukan baru yang berbaris di ibukota Tibet itu.

"Tidak ada perubahan pengurangan pasukan. Pihak kami hanya akan bereaksi terhadap setiap provokasi dan jika terjadi keadaan luar biasa," ujar mantan direktur jenderal operasi militer India, Letjen Vinod Bhatia, kepada kantor berita Anadolu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00