Viral Video Asusila, PBB Sebut Sangat Menjijikkan

Viral video asusila di dalam mobil PBB pada Kamis (25/6/2020) di Israel (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: UN (United Nations) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyayangkan sebuah video asusila di dalam mobil PBB yang tersebar luas di media sosial dan menjadi viral pada Kamis (25/6/2020). 

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric mengaku sangat kaget dengan dengan kejadian tersebut.

"Kami shock dan sangat prihatin dengan apa yang di dalam di video tersebut. Video itu sangat menjijikkan" katanya seperti dilansir dari BBC pada Minggu (28/6/2020).

Ia mengatakan orang-orang yang terekam dalam video tersebut adalah staf organisasi penjaga perdamaian di Israel. 

"Kejadian ini berlawanan dengan semua yang telah kami perjuangkan dan kerjakan untuk memberantas kesalahan staf PBB," tutur Dujarric. 

Ketika ditanya apakah tindakan asusila itu merupakan persetujuan bersama atau melibatkan pembayaran, Dujarric menjelaskan bahwa saat ini PBB masih melakuaan proses penyelidikan.

Dujarric mengatakan penyelidikan kasus skandal seks ini dipimpin oleh Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB. 

"Mereka bergerak sangat cepat. Kami berharap proses ini dapat disimpulkan dengan sangat cepat agar segera mengambil tindakan yang sesuai," pungkasnya.

PBB memiliki kebijakan ketat terhadap pelanggaran seksual oleh anggota stafnya. Nantinya, staf dapat terkena sanksi jika mereka ditemukan melanggar peraturan perilaku.

Staff yang terlibat dengan skandal tersebut bisa dipulangkan atau bahkan dilarang dari operasi penjaga perdamaian PBB. Namun, tanggung jawab untuk menghukumnya diserahkan pada orotitas hukum negara asal staf terkait.

Untuk diketahui, skandal asusila PBB ini terjadi bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya skandal-skandal asusila lainnya juga telah dilaporkan dan sering terjadi beberapa tahun terakhir. 

Tahun lalu, 2019, ada 175 tuduhan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap pegawai PBB. Dari tuduhan-tuduhan tersebut, 16 terbukti salah, 15 tidak terbukti, dan sisanya masih dalam proses penyelidikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00