Sudah 10 Juta Terpapar Corona di Dunia

Para penumpang berjalan di stasiun kereta Central do Brasil ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (26/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes/hp/djo

KBRN, Jakarta: Kasus Corona jenis baru atau covid-19 semakin hari kian merangkak naik. Dilansir dari situs Worldometers pada Minggu (28/6/2020) tercatat sudah sebanyak 10.066.173 juta kasus yang menjangkit di seluruh dunia.

Sementara total kematian di seluruh dunia tercatat sebanyak 500.539 dan sembuh sebanyak setengah dari 10 juta yakni 5.451.474.

Terlihat 10 negara berada pada urutan paling atas. Posisi 3 besar masih ditempati oleh negara Amerika Serikat, disusul Brazil, dan posisi ketiga ada Rusia. 

Berikut update rincian ke-10 negara pada Minggu (28/6/2020):

1. Amerika Serikat: Total 2.593.636 kasus, 128.132 kematian, 1.078.711 sembuh, dan kasus aktif sebanyak 1.386.793.

2. Brasil: Total 1.313.667 kasus, 57.070 kematian, 715.905 pasien sembuh, dan kasus aktif 540.692.

3. Rusia: Total 627.646 kasus, total 8.969 kematian, 393.352 sembuh, kasus aktif 225.325.

4. India: Total 529.577 kasus, dengan 16.103 kematian, 310.146 pasien sembuh, dan kasus aktif juga tercatat 203.328.

5. Inggris: Total 310.250 kasus, total 43.514 kematian, sembuh (N/A), dan kasus aktif (N/A).

6. Spanyol: Total 295.549 kasus, kematian 28.341, kesembuhan (N/A), dan kasus aktif (N/A).

7. Peru: Total 275.989 kasus, total kematian 9.135, sembuh 164.024, kasus aktif 102.830.

8. Republik Chili: Total 267.766 kasus, total kematian 5.347, sembuh 228.055, dan kasus aktif 34.364.

9. Italia: Total kasus 240.136, total kematian 34.716, kesembuhan 188.584, dan kasus aktif 16.836.

10. Iran: Total kasus 220.180, total kematian 10.364, sembuh 180.661, dan kasus aktif 29.155.

Situasi Corona di Berbagai Negara

1. Inggris

Inggris akan mencabut aturan wajib karantina selama 14 hari untuk pendatang dari negara dengan risiko covid-19 rendah. Pemerintah Inggris juga akan melonggarkan beberapa anjuran perjalanan ke beberapa wilayah dan kawasan di luar Inggris.

Perubahan tersebut akan memudahkan warga Inggris berlibur ke luar negeri saat libur musim panas.

Pelonggaran itu merupakan langkah terbaru pemerintah setelah menetapkan status darurat untuk menekan penularan corona. 

Para ahli akan menetapkan tiga kategori untuk para pendatang dari luar negeri. Pendatang dari negara yang masuk kategori hijau dan kuning tidak wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari setibanya mereka di Inggris.

Sementara itu, aturan wajib karantina masih tetap berlaku untuk pendatang dari negara yang masuk kategori merah.

2. Brasil

Brasil menjadi negara kedua terparah setelah Amerika Serikat. Namun, Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinilai cenderung meremehkan resiko corona.

Bolsonaro sempat berselisih paham dengan otoritas medis di Brasil, sampai dua Menteri Kesehatan perg meninggalkan Bolsonaro.

Baginya, virus corona tidak berbahaya dan mematikan. Dirinya juga telah mengambil langkah hapus data corona, ia menyebut kematian pasien merupakan takdir.

"Saya menyesali semua yang mati tetapi itu adalah takdir setiap orang," kata Bolsonaro seperti dikutip dari Fox News pada Minggu (28/6/2020).

Bolsonaro telah memerintahkan para jajarannya untuk menghapus data kasus Covid-19 yang sudah terkumpul selama beberapa bulan dari situs web resmi negara Brasil.

Presiden Brasil itu ingin keselamatan ekonomi lebih diutamakan daripada resiko kesehatan masyarakat. Ia juga menyerukan agar pengacara federal menuntut negara agar segera membuka pantai dan bisnis yang tidak penting.

3. India

Sejumlah ahli menduga akan ada lonjakan kasus corona di India pada bulan Juli. Lonjakan kasus tersebut akan mencapai satu juta pada akhir Juli.

"Tak seperti di China, India memiliki penyebaran yang lebih luas dan membuat sedikit lebih menantang untuk sistem kesehatan," ujar ahli kesehatan Anant Bhan seperti dilansir dari AFP pada Minggu.

Saat ini, pemerintah India kembali mempertimbangkan untuk menerapkan penguncian wilayah (lockdown). Lockdown nasional di India sebelumnya diterapkan pada 25 Maret. Namun, perlahan-lahan kebijakan tersebut dilonggarkan karena dampak ekonomi yang cukup hebat.

33 ribu petugas kesehatan telah dikerahkan untuk melakukan penelusuran kasus terhadap 20 juta penduduk di India. Gerbong-gerbong kereta sampai hotel akan dijadikan tempat perawatan pasien di New Delhi.

Wabah corona di India sendiri paling banyak menumpuk di kota-kota yang padat penduduk, seperti New Delhi dan Mumbai. Terdata sekitar 75 ribu kasus di New Delhi dan lebih dari 70 ribu kasus di Mumbai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00