Aksi Black Lives Matter London Berujung Rusuh

Seorang perwira polisi menaiki kuda di sepanjang Whitehall, London (Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP / Getty Images)

KBRN, Jakarta: Bentrokan terjadi di London setelah sekelompok pemrotes Black Lives Matter melemparkan botol ke polisi dan mendorong petugas yang ditugaskan untuk dikerahkan ke jalan Whitehall, London.

Ada 14 penangkapan setelah aksi demonstrasi damai terhadap rasisme di Inggris setelah kematian George Floyd di AS ditangan Polisi.

Dilansir dari Sky News pada Minggu (6/7/2020) polisi mengatakan jumlah penangkapan diperkirakan akan terus meningkat setelah aksi protes berubah menjadi kerusuhan di Whitehall.

Sekitar 400 hingga 500 orang telah berkumpul di jalan tersebut, kemudian kerumunan terjadi, para demonstran mulai melemparkan botol dan benda-benda lainnya ke polisi.

Petugas kemudian datang ke jalan tersebut untuk mendorong para demonstran kembali. Seorang perwira polisi nampak jatuh dari kudanya setelah menabrak lampu lalu lintas saat kerusuhan berlangsung, sementara kudanya berlari menembus kerumunan.

Polisi Metropolitan mengatakan petugas itu dibawa ke rumah sakit, di mana lukanya tidak dikatakan mengancam jiwa.

"Petugas itu jatuh dari kudanya, dan kami sedang memeriksa keadaan dari apa yang terjadi," kata polisi metropolitan itu.

Selang beberapa lama, bentrokan akhirnya mereda, tetapi ketegangan tetap ada karena sejumlah besar pengunjuk rasa dan petugas yang mengenakan kerusuhan tetap berada di tempat kejadian.

Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada Sky News bahwa dia marah beberapa dari pasukan mereka malah melakukan kekerasan saat demonstrasi berlangsung.

"Maknanya menjadi hilang. Orang-orang di sini, melempar botol, melakukan segala macam hal, yang akhirnya akan menodai mengapa kita di sini. Itu akan membuat kita terlihat seperti orang jahat di sini," katanya.

Namun, Walikota London Sadiq Khan memuji para demonstran yang tetap melakukan aksi damai tetapi ia mengkritik mereka yang melakukan aksi kekerasan.

"Kepada minoritas kecil yang kejam dan melemparkan botol-botol kaca dan menyalakan api, anda membahayakan protes yang aman dan damai," katanya.

Selain itu, Menteri Dalam Negeri Priti Patel juga mengatakan kekerasan terhadap polisi benar-benar tidak dapat diterima. Ia menyatakan bahwa ia dukungan penuh kepada petugas.

"Protes harus damai dan sesuai dengan aturan sosial. Kekerasan terhadap seorang polisi benar-benar tidak dapat diterima setiap saat," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00