AS: Peristiwa Tiananmen Tak Akan Dilupakan

KBRN, Jakarta:  Amerika Serikat mendesak China untuk memberikan pertanggungjawaban akurat atas penembakan mahasiswa yang dilakukan militer China di lapangan Tiananmen yang terjadi 4 Juni 1989. Hingga kini peristiwa itu akan tetap diingat sebagai kasus pelanggaran hak asasi manusia.

"Pembantaian warga sipil China yang tidak bersenjata oleh Partai Komunis China adalah sebuah tragedi yang tidak akan dilupakan," kata  sekretaris pers Presiden Donald Trump,  Kayleigh McEnany seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/6/2020).

China hingga kini tidak pernah memberikan jumlah korban jiwa dari peristiwa kekerasan itu.  Diperkirakan ribuan orang tewas dalam peristiwa Tiananmen.

Setiap tahun, Amerika Serikat kerap  mengeluarkan pernyataan serupa yang menuntut China dimintai pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut. Pada hari Rabu kemarin, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bertemu dengan para penyintas, termasuk Wang Dan  pemimpin mahasiswa yang paling menonjol dari protes pro-demokrasi pada saat peristiwa Tiananmen di Beijing tahun 1989 tersebut.

Sedangkan China balik mengkritik Amerika Serikat terkait kasus rasial yang menyebabk tewasnya George Floyd seorang pria kulit hitam di Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu lalu sehingga menimbukan aksi unjuk rasa di sejumlah Negara bagian di AS.

"Kami selalu menentang diskriminasi rasial," kata jurubicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian

China  berharap pemerintah AS akan mengambil langkah nyata untuk memenuhi kewajibannya di bawah konvensi internasional tentang penghapusan semua bentuk diskriminasi rasial untuk melindungi hak-hak hukum etnis minoritas.

(foto: bbc)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00