Positif COVID-19, Pengungsi Rohingya Melarikan Diri

KBRN, Jakarta: Sejumlah pengungsi Rohingya yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) dikabarkan melarikan diri dari karantina yang berada di kamp-kamp Bangladesh. Mereka kabur karena takut dipindahkan ke pulau terpencil, yaitu pulau Bhashan Char di Teluk Benggala. 

Setidaknya dua pengungsi yang terinfeksi telah hilang sejak dites positif COVID-19 setelah kematian pertama dilaporkan pada hari Selasa kemarin.

“Dua orang yang terbukti positif  telah melarikan diri dari rumah sakit isolasi,” kata pejabat kesehatan senior Bangladesh, seperti dilansir dari AFP, Kamis (4/6/2020).

"Orang-orang Rohingya ketakutan, kami telah memberi tahu mereka bahwa mereka tidak akan dikirim ke mana pun," tambahnya. 

Lembaga-lembaga kemanusian telah lama memperingatkan bahwa virus itu dapat menyebabkan kekacauan di kamp-kamp yang penuh sesak. Alasannya penerapan jarak sosial hampir tidak mungkin bisa dilakukan disana.

"Itu telah menciptakan kepanikan massal," kata Nurul Islam, seorang tokoh masyarakat Rohingya.

Sejauh ini, dari 16 tibu pengungsi yang berada di kamp, dilaporkan ada 29 orang yang terpapar Covid-19. Terkait itu, pemerintah Bangladesh sendiri telah menyiapkan sekitar 500 tempat tidur isolasi di kamp-kamp. 

Kematian Rohingya pertama dari virus corona diumumkan hanya pada hari Selasa. Para pejabat kesehatan mengatakan mereka sangat perlu meningkatkan pengujian untuk melihat seberapa luas penyebaran virus itu. 

“Para pengungsi enggan untuk berpartisipasi,” tutur Khalilur Rahman Khan, administrator pemerintah.

Beberapa pemimpin Rohingya mengatakan pemindahan 306 pengungsi ke Bhashan Char telah memicu desas-desus bahwa siapa pun dengan coronavirus akan dikirim untuk bergabung dengan mereka.

"Orang-orang takut untuk melakukan tes virus," beber Abu Zaman, salah seorang pemimpin komunitas pengungsi Rohongnya.

Pihak berwenang Bangladesh telah lama ingin mendirikan sebuah kamp untuk 100.000 orang di pulau terpencil, dan telah mengirim 306 Rohingya ke sana. (Foto: AFP)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00