Akun Donald Trump Dihapus dari Promosi Snapschat

Ilustrasi Lambang Sosial Media Snapchat (Dok Istmw)

KBRN, Jakarta: Perwakilan dari aplikasi jejaring media sosial dari perusahaan Snap Inc yang tak disebutkan namanya mengatakan, akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan dipromosikan di bagian Discover Snapchat.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, alasan dari perusahaan tersebut adalah karena pihaknya tidak ingin memperkuat suara dari orang yang melakukan penghasutan kekerasan rasial dan ketidakadilan, dengan memberikan promosi secara gratis.

"Kami tidak akan memperkuat suara yang menghasut kekerasan rasial dan ketidakadilan dengan memberi mereka promosi gratis di Discover. Kekerasan rasial dan ketidakadilan tidak memiliki tempat di masyarakat kita dan kita berdiri bersama dengan semua yang mencari perdamaian, cinta, kesetaraan, dan keadilan di Amerika," kata perwakilan perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jakarta (4/6/2020).

Usai mengumumkan kaputusan tersebut, perusahaan platform media sosial Snapchat mengalami penurunan saham hingga 2,4%.

Akun Snapchat Trump, yang sebagian besar terdiri dari konten kampanye dan tidak mengandung retorika informal yang ia gunakan secara teratur di platform kesukaannya Twitter. Akan tetapi publik akun Trump tetap dapat diakses oleh orang yang mengikuti atau mencarinya.

Perlu diketahui, pada pekan lalu Twitter memicu kehebohan dengan menempatkan label pada beberapa tweet Trump yang katanya melanggar aturan tentang informasi yang menyesatkan dan mengagungkan kekerasan.

Sementara media sosial Facebook, menolak untuk mengambil tindakan apapun pada posting yang sama, dan memicu protes karyawan pada hari Senin (1/6) silam.

Kepala Eksekutif Snapchat, Evan Spiegel pada Minggu (31/5) lalu menjelaskan bahwa, bagian Discover adalah "platform yang dikuratori, di mana kami memutuskan apa yang kami promosikan."

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menghapus konten presiden Donald Trump dari Discover, pada akhir pekan. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00