Harga Minyak Mentah Dunia Cenderung Naik

Pertemuan Negara Anggota OPEC sebelum wabah Covid-19 (Istimewa)

KBRN, Jakarta : Perkembangan harga minyak mentah dunia (Crude Oil) hari ini kembali mengalami kenaikan. Hal itu didorong adanya harapan terkait rencana perpanjangan pemangkasan pasokan produksi minyak mentah untuk menaikkan harga minyak ke level tertinggi setelah sebelumnya sempat terpuruk atau anjlok. 

Rencana pembatasan produksi tersebut  akan dilakukan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Namun keputusan itu masih akan dibahas dalam pertemuan secara virtual yang akan dilakukan pada akhir pekan ini. 

“Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2020 di New York Mercantile Exchange harganya 37,28 Dolar Amerika (USD) per barel atau naik 1,27 persen dari sehari sebelumnya 36,81 USD per barel,” demikian seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Rabu (3/6/2020) pagi.

Sementara itu, kenaikan harga minyak dunia juga disebabkan adanya pembukaan atau pelonggaran penguncian (lockdown) yang sebelumnya dilakukan hampir seluruh negara di seluruh dunia, termasuk diantaranya sejumlah negara bagian di AS. 

“Ada antisipasi bahwa OPEC akan menyetujui untuk memperpanjang level penurunan kapasitas produksi pasokan minyak mereka saat ini setidaknya untuk 2 bulan lagi (Juli-Agustus 2020),” kata Andy Lipow, presiden consultan di Lipow Oli Associates seperti dilansir Reuters. 

“Pada saat yang sama, pasar mengantisipasi bahwa pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia akan meningkatkan permintaan dan akan membuat kita dalam posisi sedemikian rupa sehingga pada Agustus 2020,  pasar minyak akan seimbang," jelas Andy Lipow.

Sementara itu negara produsen minyak utama dunia yang tergabung dalam OPEC + termasuk Rusia saat ini sedang mempertimbangkan perpanjangan pengurangan produksi mereka sebesar 9,7 juta barel per hari atau sekitar 10 persen dari output global hingga Juli atau Agustus 2020 mendatang. 

Dilansir Reuters. dalam pertemuan secara virtual Anggota OPEC yang rencananya akan berlangsung akhir pekan ini diharapkan dapat dipercepat atau dimajukan pada Kamis (4/5/2020) besok. 

Awalnya rencana pemangkasan produksi OPEC + akan mukai diberlakukan efektif mula Mei dan Juni 2020. Dengan demikian maka kapasitas produksinya akan turun menjadi 7,7 juta barel per hari terhitung dari Juli hingga Desember 2020. 

Menurut Reuters, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mendorong negara anggota OPEC + mengusulkan untuk menjaga pemangkasan kapasitas kemampuan produksinya lebih lama.

Sedangkan pembukaan kembali aktivitas bisnis dan perekonomian secara bertahap di seluruh negara bagian AS diharapkan akan mampu mendorong kenaikan permintaan bahan bakar, sehingga secara otomatis akan meningkatkan kenaikan harga minyak dunia. 

Sementara itu, berdasarkan data dari American Petroleom Institute (API) menyebutkan bahwa stok persediaan minyak mentah AS cenderung mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. 

Stok persediaan minyak mentah AS hingga saat ini dilaporkan turun sebesar 483.000 barel dalam waktu sepekan. Hingga 29 Mei 2020, stok persediaan minyak mentah AS secara keseluruhan mencapai 531 juta barel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00