Brasil Berisiko Terpapar COVID-19 Lebih Banyak

KBRN, Jakarta: Kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Brasil untuk tidak membuka penguncian terlalu cepat karena ada risiko penularan COVID-19 lebih besar di negara itu.

Dikutip dari AFP, Rabu (3/6/2020), tercatat, kasus kematian akibat virus COVID-19 di Brasil pada Selasa kemarin melampaui 30.000 kasus.

Kementerian Kesehatan merilis rekor baru terjadi kasus kematian baru sebanyak 1.262 dalam 24 jam sebelumnya serta infeksi baru sebanyak 28.936 kasus.

Jumlah keseluruhan kasus yang dikonfirmasi sebanyak 555.383 kasus menjadikan Brasil negara yang paling terpengaruh kedua setelah Amerika Serikat. Tingginya angka infeksi COVID-19 di Brasil mendapat kritikan dari Rafael Galliez, pakar infeksi di Universitas Federal Rio de Janeiro

"Dalam situasi saat ini, tindakan santai itu seperti menambah bensin ke dalam api," kata Rafael.

Peneliti senior di Institut Brasil Anya Prusa meminta menteri kesehatan harus fokus pada penerapan kebijakan kesehatan yang sejalan dengan bimbingan kesehatan masyarakat dari WHO serta ahli epidemiologi dan pakar Brasil.

"Tapi mereka bertemu dengan pemerintah dan presiden yang tidak tertarik membuat kebijakan berdasarkan pedoman kesehatan," kata Prusa kepada Aljazeera.

"Dia (Bolsonaro) adalah presiden yang fokus pada ekonomi dengan mengesampingkan yang lain," tegasnya.

(foto: Reuters)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00