Uni Eropa Tolak Rusia Masuk Anggota G-7

Pemimpin Negara Anggota G-7 hadir saat KTT tahunan di Perancis 2019 (Istimewa)

KBRN, Jakarta : Negara Anggota Uni Eropa (UE) menolak usulan Amerika Serikat terkait adanya rencana perluasan keanggotaan baru negara-negara Anggota G-7 dengan memasukkan Rusia ke dalam organisasi tersebut. 

UE telah memperingatkan AS bahwa mereka tidak dapat mengubah aturan terkait keanggotaan kelompok negara anggota G-7 secara sepihak, demikian seperti dilansir Reuters. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah menyatakan formasi negara anggota G7 saat ini dinilai sudah ketinggalan zaman dan perlu saatnya untuk diperbarui. 

Trump mengatakan bahwa dirinya akan mengundang para pemimpin negara lainnya sepeti Australia, Rusia, Korea Selatan dan India untuk bergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-7 di Amerika Serikat tahun ini. 

Seharusnya KTT G-7 dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan tahun ini. Namun akibat terdampak wabah pandemi global Covid-19 maka rencana pertemuan itu akhirnya ditunda sampai September 2020 mendatang. 

Juru Uni Eropa menyatakan, pihaknya memandang G7 sebagai kerangka multilateral yang vital yang tidak dapat diubah secara permanen oleh ketua kelompok, yang saat ini dijabat oleh Amerika Serikat. Dengan demikian maka rencana Rusia masuk dalam negara anggota G-7 untuk sementara akan ditangguhkan. 

“Partisipasi Rusia telah ditangguhkan sampai Rusia mengubah arah dan situasi yang memungkinkan untuk kembali melakukan diskusi yang bermakna," kata Juru Bicara Uni Eropa, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/6/2020). 

Sementara itu adalah hak prerogatif Ketua G7 dalam hal ini Amerika Serikat  untuk mengeluarkan undangan tamu, yang mencerminkan prioritas tuan rumah, mengubah keanggotaan atau format secara permanen tidak.

Sedangkan anggota G-7 lainnya seperti Inggris dan Kanada juga berbicara dan menentang gagasan AS yang berencana akan mengizinkan Rusia menjadi Anggota G-7.

Sedangkan Pemerintah  Rusia sendiri menilai bahwa rencana proposal Donald Trump untuk mengundang Rusia ke KTT G7 yang diperluas akhir tahun ini menimbulkan justru menimbulkan pertanyaan.

Rusia menurut Reuters juga telah meminta para diplomatnya yang ada di Washington untuk meminta klarifikasi terkait kebenaran pernyataan Donald Trump soal usulan dimasukkannya Rusia dalam keanggotaan G-7.

Sementara itu, para menteri keuangan negara anggota G-7 dijadwalkan untuk bertemu secara online (virtual) pada hari Rabu dengan para pemimpin Bank Dunia (World Bank) dan IMF (International Monetary Fund) atau dana moneter internasional. 

Pertemuan itu salah satunya membahas dampak wabah pandemi Coronavirus (Covid-19) dan upaya untuk mengurangi dampak perekonomian internasional (global). 

Sementara itu Pemerintah India, Australia, dan Korea Selatan mengonfirmasi sekaligus membenarkan bahwa mereka telah menerima undangan resmi untuk menghadiri KTT G-7 yang akan diperluas keanggotaannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00