Tentara Rusia Jadi Sukarelawan Uji Vaksin Covid-19

Sukarelawan militer Rusia dilibatkan dalam uji coba vaksin (AP Photo)

KBRN, Jakarta: Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya telah merekrut puluhan tentara sebagai sukarelawan.

Perekrutan tersebut sebagai bagian dari rangkaian uji klinis vaksin untuk melawan wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19).

Proses uji coba vaksin tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 2 bulan yang akan dimulai pada Rabu (3/6/2020) besok. Demikian seperti dilansir The Moscow Times. 

Sementara itu, peneliti bekerja dengan para pejabat kesehatan sedang mengembangkan vaksin virus corona, satu dari 47 vaksin, yang menurut para pejabat Rusia sedang dalam berbagai tahap pengembangan

Sedangkan Militer Rusia menyebutkan, uji praklinis untuk vaksin Covid-19 dinyatakan telah selesai pada Senin (1/6/2020) kemarin. 

“Lima puluh personel militer, termasuk diantaranya lima wanita, telah mengajukan diri untuk menguji keamanan dan efektivitas vaksin," kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataan resminya seperti dikutip The Moscow Times, Selasa (2/6/2020). 

Kementerian Pertahanan juga menjelaskan para sukarelawan dari berbagai cabang militer Rusia telah dinyatakan bebas penyakit setelah menjalani satu bulan tes dan pemantauan.

Para sukarelawan pada Rabu besok akan berada di Lembaga Penelitian Mikrobiologi Kementerian Pertahanan di wilayah Moskow.

Mereka akan menjalani  pemeriksaan medis pendahuluan dan persiapan untuk percobaan vaksin untuk melawan Covid-19.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu sebelumnya dilaporkan sudah memberi tahu Presiden Vladimir Putin pada pekan lalu.

Melansir The Moscow Times, Sergei Shoigu mengatakan bahwa uji klinis vaksin virus corona akan selesai pada akhir Juli 2020 mendatang. 

Sergei Shoigu juga mengatakan pada Mei 2020, vaksin virus corona tersebut kemungkinan akan tersedia segera akhir Juli 2020.

Sementara itu, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 100 vaksin sedang dalam pengembangan di seluruh dunia pada akhir April 2020 lalu. 

Sedangkan menurut pendapat para pakar kesehatan internasional, proses pengembangan vaksin setidaknya butuh 12-18 bulan kedepan. 

Sementara itu, melansir Worldometers, hingga saat ini Rusia merupakan negara ketiga yang paling terpengaruh di dunia akibat terpapar wabah pandemi Covid-19.

Sampai saat ini lebih dari 423.000 kasus Covid-19 di Rusia terus bertambah sejak penyebarannya diketahui pada awal Maret 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00