Kafe Hingga Masjid di Turki Mulai Dibuka

Warga Turki di tengah pandemi Corona (Foto: Reuters)

KBRN, Jakarta: Turki mencabut serangkaian larangan yang diberlakukan untuk membatasi aktivitas saat pandemi COVID-19.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari rencana 'The New Normal', Baru-baru ini pemerintah Turki sendiri telah mengumumkan keberhasilan dalam menahan virus mematikan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Dilansir dari media lokal Turki pada Selasa (2/6/2020), pembatasan perjalanan antarkota telah dicabut dan restoran, kafe, taman, pantai, kolam renang, fasilitas olahraga, perpustakaan, kamp dan museum diizinkan untuk dibuka kembali oleh pemerintah Turki.

Restoran dan kafe telah dibuka kembali pada hari Senin (1/6/2020) dengan aturan kebersihan yang ketat, mengatur meja terpisah 1,5 meter dari satu sama lain, pelanggan juga disajikan dengan peralatan makan sekali pakai, masker wajib bagi pelanggan dan juga staff restoran.

Selain rrstoran, angkutan transportasi seperti kereta, kapal, dan maskapai penerbangan juga akan mulai mengangkut penumpang antar provinsi. Namun semua itu dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Turki juga memulai kembali salat Jumat massal pertama minggu lalu dan secara bertahap juga mulai membuka kembali masjid.

Pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak juga dibuka kembali setelah hampir tiga bulan penutupan. Sebagian besar tenaga kerja di Turki telah melanjutkan pekerjaannya, baik di lapangan atau kantor.

Namun, jam malam akan tetap untuk berlaku bagi mereka yang berusia di atas 65. Sementara, kaum muda dan anak-anak di bawah 18 tahun hanya akan bebas untuk keluar pada hari Rabu dan Jumat antara pukul 2 malam dan 8 malam waktu setempat.

Untuk diketahui, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca baru-baru ini mengatakan wabah corona di Turki semakin terkendali.

Dilansir dari worldometers kasus terkonfirmasi di Turki memang terlihat mengalami penurunan. Pada 30 Mei 2020 misalnya, jumlah kasus corona di Turki sebanyak 31.604, sementara pada 31 Mei tercatat hanya 31.429, kemudian pada 1 Juni data semakin menunjukkan penurunan yakni menjadi 31.259.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00