Lima Tewas Akibat Wabah Ebola di Kongo

KBRN, Jakarta: Sebanyak lima orang meninggal karena virus Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo. Sebuah badan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)yang biasa memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang, UNICEF menyebut kasus kematian itu terjadi antara rentan waktu 18 dan 30 Mei. 

Dikutip dari The Week, Selasa (2/6/2020), salah satu korbannya adalah seorang gadis berusia 15 tahun. Wabah ini adalah wabah Ebola ke-11 yang melanda negara itu sejak wabah itu melanda pertama kali negara itu pada 1976. 

Hingga kini, Kongo masih berusaha untuk mengakhiri wabah yang dimulai di bagian timur negara itu. WHO (organisasi kesehatan dunia) menyatakan, kasus infeksi Ebola di Kongo mencapai 3.406 kasus dengan 2.243 kasus kematian di tahun 2018. 

Sebanyak 25 orang dari WHO tiba di Mbandaka Kongo untuk mendukung respons badan PBB itu terhadap wabah Ebola. Kedatangan tim ini sebagai bagian dari  kapasitas yang dibangun selama wabah 2018. 

Tim ini mendukung pengumpulan dan pengujian sampel dan rujukan ke laboratorium nasional untuk konfirmasi dengan dilakukan pelacakan kontak.

Infeksi Ebola terjadi melalui cairan tubuh dan tingkat kematian bisa berkisar dari 25 persen hingga 90 persen tergantung pada wabahnya. 

Wabah Ebola di Kongo ini datang seiringan dengan wabah COVID-19 yang telah menewaskan 72 orang dan epidemi campak yang telah menewaskan 6.779 orang sejak tahun lalu.  (foto: un.org)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00