Otopsi Independen: Floyd Tewas Karena Dibunuh

KBRN, Jakarta: Dua orang dokter telah melakukan otopsi secara independen terhadap jasad George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tahanan polisi Minneapolis pada pekan lalu. Dokter menyatakan Floyd meninggal karena sesak nafas dan kematiannya dikategorikan sebagai pembunuhan.

Dokter memperkirakan Floyd meninggal sebelum dimasukkan ke dalam ambulan.

"Bukti konsisten dengan asfiksia mekanik sebagai penyebab kematian dan pembunuhan secara cara kematian,"kata Dr Allecia Wilson dari Universitas Michigan, salah satu dari dua dokter yang melakukan otopsi independen, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (2/6/2020).

Temuan ini bertentangan dengan temuan awal dari otopsi resmi yang dilakukan pemeriksa medis Distrik Hennepin. Temuan awal mengatakan tidak ada bukti pencekikan traumatis.

Selain itu, penyakit arteri koroner dan hipertensi juga kemungkinan berkontribusi pada kematian Floyd.

Dalam sebuah video amatir menunjukkan Floyd memohon untuk menyerah dan berulang kali mengatakan bahwa ia tidak bisa bernafas ketika seorang perwira polisi Derek Chauvin menekan leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit. Dua petugas lainnya menekan dengan lutut punggung Floyd.

Sedangkan Dr Michael Baden yang juga mengambil bagian dalam otopsi independen atas perintah keluarga Floyd menyebut tindakan dua petugas lainnya juga menyebabkan Floyd berhenti bernapas.

"Kita dapat melihat setelah kurang dari empat menit bahwa Floyd tidak bergerak, tidak bernyawa,"kata Baden.

Ia menambahkan tidak menemukan kondisi kesehatan mendasar di Floyd yang menyebabkan kematiannya.

(foto: AFP)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00