Washington Memanas, Gedung Putih Padamkan Listrik

KBRN, Jakarta: Kerusuhan yang terjadi di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat akibat adanya seruan "Keadilan untuk George Floyd", pria berkulit hitam yang meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian Kota Minneapolis, Minnesota, masih terjadi.

Koresponden RRI yang juga wartawan Voice of Amerika (VOA), Eva Mazrefa menceritakan bahwa pada Senin (1/6/2020) waktu setempat, kerusuhan tersebut bahkan semakin meluas hingga ke pusat pemerintahan Amerika Serikat, Washington DC.

Eva mengatakan, terdapat sejumlah lokasi di Washington DC yang mengeluarkan kepulan asap akibat dari kerusuhan massa tersebut.

"Yang paling panas justru di DC tadi malam. Asap mengepul di beberapa sudut kota di DC, termasuk di sekitar kompleks gedung putih," kata Eva kepada RRI, Selasa (2/6/2020).

Akibat semakin memanasnya aksi demonstrasi yang berada di Washington tersebut, Eva menuturkan bahwa pihak berwenang Gedung Putih terpaksa memadamkan arus listrik di sekitar Gedung Putih, titik tujuan aksi demontrasi tersebut digelar.

"Asap mengepul di beberapa sudut kota di DC termasuk di sekitar kompleks gedung putih, sehingga akhirnya gedung putih terpaksa memadamkan lampu-lampu yang ada gedung putih. Ini pertama kali dalam sejarah," tuturnya lagi.

Hingga kini sejumlah awak media setempat juga masih menunggu pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait langkah pemadaman arus listrik di sekitar kompleks Gedung Putih, yang juga bertepatan pada jam malam yang diberlakukan oleh pihak berwenang setempat.

"Tepat sekitar jam 11 malam, ketika diberlakukan jam malam, lampu-lampu dimatikan. Kami masih mencari informasi dari pihak berwenang kenapa Gedung Putih semalam memutuskan untuk memadamkan lampu," ujarnya.

Akan tetapi beredarnya spekulasi akan keberadaan Presiden Donlad Trump saat pemadaman terjadi. Koresponden RRI Eva Mazrefa mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media setempat, Presiden Trump sedang berada di dalam Gedung Putih. 

"Ketika White House mematikan lampu dan jam malam diberlakukan, Presiden Donald Trump ada di dalam," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00