Floyd Tewas, Kerusuhan Mulai Merebak ke London

Demonstrasi Black Lives Matter di London (Foto: DailyMail)

KBRN, Jakarta: Kematian George Floyd Pria berkulit hitam berujung kemarahan yang panjang, demo telah terjadi di beberapa wilayah Amerika Serikat. Aksi demo sendiri saat ini sudah mulai merebak sampai ke London. 

Dilansir dari Dailymail.com pada Minggu (31/5/2020), para demonstran Black Lives Matter turun ke jalan-jalan di London Sabtu waktu setempat. Mereka menjanjikan lebih banyak demonstrasi di seluruh Inggris pada Minggu, hari ini, setelah kematian George Floyd di Amerika.

Protes atas kematian Floyd, menumpahkan kemarahan di 30 kota AS. Kemarahan diekspresikan dengan penjarahan dan pembakaran yang meluas di kota kelahiran Floyd.

Pantauan dari DailyMail saat itu, bus dan mobil yang bepergian di sepanjang Rye Lane di Peckham terpaksa terjebak macet ketika ratusan pemrotes Black Lives Matter sangat marah pada pembunuhan Floyd yang turun di jalan utama.

Untuk diketahui, pria kulit hitam Afrika-Amerika George Floyd mulanya ditangkap pada, Senin (25/5/2020), oleh polisi kota Minneapolis, AS. Ia ditangkap karena diduga melakukan transaksi memakai uang palsu senilai $20.

Penangkapan Floyd terekam dalam sebuah video kemudian viral di berbagai media sosial. Dalam video tersebut, nampak tangan Floyd diborgol oleh Polisi dan kemudian Floyd dijatuhkan ke aspal. 

Kemudian, seorang polisi menekan leher Floyd dengan lututnya hingga tewas. Saat lehernya ditekan Floyd sempat berteriak tidak bisa bernapas dan Floyd sempat memanggil Ibunya sampai dua kali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00