8 Juni New York Longgarkan Lockdown 

KBRN, Jakarta: Gubernur New York, Amerika Serika (A.S)  Andrew Cuomo mengumumkan bahwa pihaknya akan memasuki fase pembukaan kembali sejumlah kegiatan aktivitas masyarakat ditengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir di negara tersebut.

Cuomon mengatakan bahwa pelonggaran aktivitas itu, akan dilakukan pada 8 Juni mendatang. Namun Ia menuturkan bahwa kendati akan terdapat sejumlah pelonggaran aktivitas ditengah pandemi, namun hal keputusan tersebut bukan berarti bahwa masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas secara keseluruhan, seperti sebelum wabah pandemi COVID-19 melanda negara tersebut.

"Kami berada di jalur untuk membuka pada 8 Juni. Pembukaan kembali tidak berarti kita akan kembali ke keadaan semula," kata Cuomo pada pengarahan harian, seperti dalam lansiran Reuters, Jakarta (30/5/2020) waktu setempat.

Pembukaan kembali sejumlah aktivitas dengan sejumlah ketentuan itu dijelaskan Cuomo yakni akan dibagi kedalam beberapa fase.

Untuk fase pertama, Cuomo mengumumkan bahwa lima wilayah utara sekarang akan beralih ke fase dua yang mencakup bisnis seperti toko tukang cukur dan salon rambut.

Fase pertama pembukaan kembali akan memungkinkan konstruksi dan manufaktur yang tidak penting untuk dilanjutkan, dan toko ritel yang tidak penting menawarkan penjemputan di pinggir jalan.

Sementara untuk fase kedua, Cuomo menuturkan bahwa terdapat lima wilayah yang akan dibuka kembali. Kelima wilayah tersebut yakni, Finger Lakes, Mohawk Valley, Southern Tier, North Country dan Central New York yang memungkinkan layanan seperti toko pangkas rambut dan belanja di dalam toko untuk dilanjutkan, dengan pembatasan seperti 50% hunian dan penutup muka.

Cuomo juga merekomendasikan agar para profesional di industri fase dua diuji sebelum operasi dilanjutkan.

"Itu bukan mandat yang merupakan rekomendasi, dan kami merekomendasikan kepada pelanggan untuk bertanya kepada tukang cukur atau profesional di salon rambut apakah mereka memiliki tes sebelum Anda menggunakan layanan mereka," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00